Saturday, 14 December 2019

Komplotan Penipu Rp10 Miliar Digulung Resmob Polda Metro Jaya

Minggu, 7 Februari 2016 — 19:59 WIB
*Illustrasi

*Illustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Kawanan sindikat penipuan Rp10 milyar dibongkar Tim Opsnal Unit V Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Empat pelaku dibekuk dilokasi berbeda di Jakarta, Bogor dan Sukabumi. Keempat tersangka adalah Nizar bin Hasan Sana, 35, Oki Maulana, 27, Widhi Hariyanto, 27 dan Bagas Aditya, 32. Satu pelaku lainnya seorang wanita masih dalam pengejaran petugas.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Eko Hadi Santoso mengatakan, terungkap kasus penipuan itu dari laporan korban Deddy Surya Jaya warga Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara ditipu Rp 10 milyar. “Pelaku Anita (DPO) menghubungi korban meminjam uang Rp 20 juta untuk pengobatan keluarga dengan jaminan sertifikat tanah tapi sertifikat belum diberikan kepada pelapor,” kata Eko, Minggu (7/2).

Seiring berjalannya waktu, pelaku meminta korban untuk membeli sertifikat tanah tersebut. Karena merasa percaya,  korban meyerahkan uang bertahap selama 3 tahun melalui transfer kebeberapa rekening Bank senilai Rp 10 milyar. “Selanjutnya terlapor terus meminta korban untuk mentransfer uang dengan berbagai macam alasan dan sampai saat ini sertifikat yang dijanjikan terlapor sebagai jaminan juga tidak ada,” ujarnya.

Setiap melakukan penipuan terhadap korban, kata Eko tersangka Anita selalu ditemani oleh tersangka Nizar karena handphone yang merupakan alat kejahatan dititipkan oleh tersangka Anita kepada tersangka Nizar. “Pelaku Nizar langsung kami amankan. Ternyata uang hasil penipuan tersebut di kirim ke rekening pelaku lainnya,” ucapnya.

Tim Opsnal Unit V Resmob Ditreskrimum PMJ, dipimpin Kompol Handik Zusen, kemudian bergerak cepat, dari keterangan Nizar petugas berhasil meringkus tiga rekannya, yaitu Oki Maulana di kawasan Cikaret, Bogor Selatan, Bogor, Widhi Hariyanto di Jalan Teratai I, RT01/06, Larangan Indah, Tangerang dan Bagas Aditya di Jalan RA. Kosasih Gg. Mahmud, RT 01/05, Cikole, Warudoyong, Kota Sukabumi.

“Rekening tiga tersangka dipergunakan tersangka Nizar, cs untuk menampung uang hasil kejahatannya. Dari uang kejahatan itu Oki dan Widhi mendapat bagian Rp 300 ribu hingga Rp 3,5 juta. Sedangkan Bagas dapat jatah Rp 1 juta hingga Rp 5 juta,” kata Handik.

Rekening Oki digunakan Nazar sejak tahun 2012 sampai tahun 2013. Sedangkan rekening Widhi sejak bulan Agustus 2015 sampai bulan Desember 2015. Sementara rekening Bagas digunakan untuk penipuan sejak tahun 2013 hingga Januari 2016. “Tersangka Bagas mendapatkan keuntungan dari hasil kejahatan ini Rp 30 juta. Dari para pelaku, kami sita 4 handphone, buku Tabungan BCA, 2 Kartu ATM, Otcell Balancing (hasil kejahatan) dan Printer. Kami masih lakukan pengembangan kasus ini,” ucapnya.

Atas tindakannya para tersangka dijerat tindak pidana Penipuan dan atau TPPU, pasal 378 KUHP dan atau Pasal 5 ayat (1) Jo. Pasal 2 ayat (1) huruf t dan z UU RI No. 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara. (ilham/yh)

Terbaru

Sabtu, 14/12/2019 — 8:49 WIB
Menuju Desa Sejahtera
Panen sawi pakcoy yang dihasilkam warga RW 04 Ciracas. (ifand)
Sabtu, 14/12/2019 — 8:46 WIB
Lurah dan Warga RW 04 Ciracas Panen Sawi Pakcoy
sampah
Sabtu, 14/12/2019 — 8:23 WIB
Sampah, Harus Disingkirkan?