Friday, 06 December 2019

Kapolda: Demo Guru Honorer di Istana, Pukul 18.00 Harus Bubar

Rabu, 10 Februari 2016 — 16:36 WIB
unras

JAKARTA (Pos Kota) – Pihak Kepolisian mengingatkan agar para pengunjukrasa guru honorer yang menuntut peningkatan status tenaga kerja di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, agar menaati aturan dan tidak mengganggu hak orang lain. Lewat pukul 18.00 harus bubar.

Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan mempersilahkan masyarakat menggelar aksi unjuk rasa sesuai aturan berlaku.

“Kami sudah melakukan persiapan-persiapan, rapat beberapa kali. Prinsipnya kami mengacu pada Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 (Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum),” kata Tito, Rabu (10/2).

Tito menegaskan, sepanjang aksi unjuk rasa dilakukan dengan tertib, tidak anarkis, tidak mengganggu ketertiban umum, serta sesuai batas waktu yang ditentukan, maka tidak ada masalah.

“Sesuai tempat yang ditentukan di Istana, artinya tidak boleh dari radius 100 meter pagar terluar. Jamnya harus sampai pukul 18.00 WIB tidak apa-apa, asal menaati,” ujar Tito.

(Baca: Anak “SD” ikut Demo Guru Honorer di Depan Istana)

Lewat 18.00 Harus Bubar

Ia menyampaikan, kalau aksi unjuk rasa tidak tuntas pada hari ini, dapat dilanjutkan besok. Kalau hari ini, setelah pukul 18.00 harus bubar, dan meninggalkan area tempat demo.

“Silahkan kalau besok mau demo lagi. Artinya, misalnya lewat 18.00 wib masih menduduki tepat yang seharusnya tidak boleh, dan kami minta untuk meninggalkan tempat tidak bisa, akan kami bubarkan,” katanya.

Tito mengungkapkan, aksi unjuk rasa pegawai honorer hari ini, diikuti sekitar 8.000 massa. Mereka terdiri dari guru honorer, pegawai honorer, dan lainnya.

“Mereka intinya menuntut minta diangkat istilahnya kategori 2. Beberapa waktu lalu sudah dilakukan mediasi, kemudian sudah dikomunikasikan dengan Kempan RB, Komisi II DPR, namun mereka mungkin minta kejelasan,” tandasnya. ( ilham/win)