Monday, 16 December 2019

Dugaan Suap Proyek di Kementerian PUPR

Pekan Depan, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Jumat, 12 Februari 2016 — 20:56 WIB
Anggota Komisi V DPR RI, Andi Taufan Tiro.

Anggota Komisi V DPR RI, Andi Taufan Tiro.

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menetapkan tersangka baru dugaan suap proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pekan depan. Meski belum ada keterangan resmi, tersangka baru tersebut kemungkinan merupakan kolega Damayanti Wisnu Putranti di Komisi V DPR RI.

Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir, penyidik KPK kerap memeriksa anggota DPR RI. Setelah sempat memeriksa Budi Supriyanto dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), Fauzih H. Amro dari Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), serta Sekretaris Komisi V, Prima M.B. Nuwa, lembaga antirasua itu kembali memeriksa dua anggota DPR dari Komisi V, yakni Musa Zainudin dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Andi Taufan Tiro dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Menurut Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati Iskak, keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Abdul Khoir (AKH), selaku Direktur Utana PT Windu Tunggal Utama (WTU). Namum hanya Andi Taufan yang memenuhi panggilan KPK. Musa Zainudin mangkir lantaran sakit. “Hari ini ada dua yang diperiksa. Namun yang satu tidak hadir. Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AKH,” kata Yuyuk.

Saat ditanya intensnya penyidik KPK memeriksa sejumlah anggota DPR dari Komisi V, Yuyuk mengatakan bahwa saksi-saksi yang diperiksa tersebut kemungkinan mengetahui, mendengar, dan melihat prihal uang suap yang mengalir ke kantong  anggota Dewan. Ketika ditanya apakah dalam dalam waktu dekat KPK akan menggelar perkara guna menetapkan tersangka baru, Yuyuk tidak memungkiri.

Namun ketika ditanya apakah tersangka baru tersebut berasal dari anggota DPR, Yuyuk enggan menjawab. “Saya belum mendapat informasi tersebut karena sepenuhnya yang mengetahui dan memiliki kewenangan dalam menetapkan tersangka, adalah penyidik. Untuk gelar perkara tersangka baru, saya belum tahu jadwalnya, tapi kemungkinan minggu depan. Nanti akan diinfokan lagi kabar terbarunya,” ungkap kepada para wartawan di gedung KPK.

Andi Taufan enggan memberikan banyak komentar terkait pemeriksaan yang ia jalani. Meski sudah dikepung oleh  awak media, Andi Taufan memilih bungkam. Meski demikian, Ia mengaku diperiksa sebagai saksi. “Saya sebagai saksi, apa yang saya tahu ya kasih tahu. Tapi kalau yang ditanyakan itu (awak media), saya tidak tahu. Soal uang suap, tanya saja sama penyidik,” ketusnya sambil menyetop taksi di depan Gedung KPK.

Andi Taufan datang mengenakan kemeja warna merah muda motif garis-garis hitam itu juga tidak menjawab saat ditanya apakah dirinya mengenal Abdul Khoir atau tidak. Seperti diketahui, Abdul Khoir merupakan satu dari empat tersangka yang sudah ditetapkan oleh penyidik KPK terkait dugaan suap proyek di Kementerian PUPR. Ia diduga sebagai pemberi suap kepada Damayanti dan dua Julia Prasetyarini dan Dessy A Edwin.

Atas perbuatannya, Abdul Khoir disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan Damayanti, Julia dan Dessy yang diduga sebagai penerima suap, disangkakan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. (junius)