Friday, 22 November 2019

Terlalu Peduli pada Tetangga Istri Orang Diberi Kontrakan

Jumat, 12 Februari 2016 — 5:01 WIB

INI suatu kepedulian yang berlebihan. Lihat tetangga ribut dengan suami, Haris, 35, memberikan rumah kontrakan pada Ny. Lilis, 30. Tapi karena dia kemudian mengeloni juga, warga tidak terima. Pasangan mesum itu digerebek, karena coba melawan terpaksa diberi hadiah bogem mentah juga.

Gus Ipul Wagub Jatim punya gagasan, akan membentuk Gerakan Peduli Tetangga menjelang Pilgub Jatim 2018 mendatang. Alasannya, masyarakat sekarang –terutama perkotaan– tak punya lagi kepedulian antara tetangga, lu lu gua gua! Tetangga kesripahan, tak mau takziah. Kerja bakti selalu absen, diundang rapat RT tak pernah hadir. Giliran mengkritik kinerja Pak RT paling vokal dia. Padahal hadits Nabi telah mengingatkan: tidak iman seseorang jika tetangga tidak aman dari gangguannya.

Nah, jika Wagub Jatim itu baru berencana, Haris dari Bengkalis (Riau) ini justru sudah lama melakukannya. Seperti Kementrian Sosial saja laiknya, ketika Ny. Lilis diusir oleh suaminya, dia memberi penampungan pada rumah kontrakan secara gratis. Cuma, karena semua ini ada kutang di balik bajunya, urusan jadi panjang.

Haris yang tinggal di Bengkalis, selama ini bertetangga dengan keluarga Rahman, 38. Sebagai PNS di Pemkab Bengkalis, dia memang selalu sibuk dengan pekerjaannya. Namun demikian dia masih bisa menyisihkan waktunya untuk memperhatikan, atau tepatnya pemerhati, Ny. Lilis istri Rahman ini. Orangnya memang cantik, seksi menggiurkan lagi. Karenanya setiap melihat Ny. Lilis, pikiran Haris jadi ngeres melulu.

Jika tidak takut sama bininya, sebetulnya Haris ingin juga sedikit intervensi pada wanita itu, sebab penampilannya memang sangat mengundang. Setan sih maunya selalu mendorong untuk segera maju-maju, kayak parpol mempengaruhi tokoh ke Pilgub DKI. Karene Haris merasa malu main di kandang sendiri, akhirnya, kekaguman pada Lilis sebatas opini. Belum sampai koalisi, apa lagi eksekusi.

Tapi yang namanya rejeki, kalau sudah milik takkan lari ke mana. Sebulan lalu rumahtangga Rahman dilanda kemelut, dengan anti klimaks mengusir istrinya dari rumah. Lantaran sudah kenal lama dengan Haris, Ny. Lilis pun curhat padanya. Tanpa pikir panjang, PNS Pemkab Bengkalis ini langsung siap memberikan rumah kontrakan di Gang H. Idris, Jalan Pramuka, Desa Airputih. “Sudahlah, mbak tinggal saja di sana untuk menenangkan diri. Soal kontrakan itu urusan saya,” kata Haris seperti Menteri Sosial.

Tapi di era gombalisasi ini memang tak ada makan siang gratis, wong kencing di pom bensin saja bayar Rp 2.000,- Haris yang sedari awal ada maunya, di lokasi baru ini dia berani unjuk gigi. Dari kunjungan biasa, lama-lama Haris minta hubungan  intim bak suami istri. Karena kadung berutang budi, Lilis pun tak bisa menolak. Akhirnya, istri Rahman ini seperti dipoligami saja oleh lelaki “budiman” Haris.

Lama-lama warga curiga, kok lelaki satu ini asal berkunjung ke rumah kontrakan yang ditinggali Lilis, betah banget. Sekali waktu diintiplah pasangan itu. Ternyata benar, mereka sudah tidur seranjang, bak suami istri saja laiknya. Dari fakta itu, mereka menarik kesimpulan bahwa keduanya sedang menjalani kehidupan kumpul kebo.

Beberapa malam lalu diadakan penggerebekan. Haris yang hanya pakai celana dalam mau kabur, tapi ketangkap. Eh malah marah-marah, akhirnya sebelum diserahkan ke Polres Bengkalis, terpaksa dikepret beberapa kali. Dalam pemeriksaan di kantor polisi Haris mengakui, sudah sebulan ini dia memberi fasilitas kontrakan  untuk Ny. Lilis. “Kasihan kan, dia diusir oleh suaminya.” Kata Haris mencari pembenaran.

Kontrakan sekaligus cemplakan, kan? (PPC/Gunarso TS)