Wednesday, 23 October 2019

YLKI Setuju Kantong Plastik Berbayar di Supermarket

Jumat, 12 Februari 2016 — 11:23 WIB
YLKI

JAKARTA (Pos Kota) – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) setuju terhadap kebijakan kantong plastik berbayar yang akan diberlakukan di supermarket. “Kami yang pertama mengusulkan itu,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, kepada Pos Kota, Jumat (12/2).

Sebab sampah plastik makin banyak, tanpa ada pengendalian. Ini sangat berbahaya bagi lingkungan. Saat ini, ia mengungkap Indonesia merupakan negara terbesar kedua menggunakan kantong plastik, setelah China.

Setiap tahun, tak kurang menggunakan 9,8 miliar kantong plastik. Sehingga untuk menekan penggunaan kantong plastik, menurutnya, perlu ada pengendalian.

Salah satunya memberlakukan penggunaan kantong plastik berbayar saat belanja di supermarket. “Di luar negeri sudah dilakukan cara seperti ini untuk menekan penggunaan kantong plastik,” terangnya.

Meski setuju terhadap kebijakan kantong plastik berbayar, ia menegaskan YLKI memberi beberapa catatan.

Dana dari kantong plastik harus dikelola secara independen atau badan khusus. Dana tersebut juga harus dipakai untuk kegiatan pengendalian pencemaran lingkungan.

Badan khusus ini bisa terdiri dari unsur pemeritah dan masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat. Setiap tahun harus diaudit.

“Jadi dana tersebut tidak boleh dikelola oleh ritel. Mereka hanya bertugas pengumpul saja,” jelasnya.

Selain itu, peritel harus menurunkan harga barang meski tak besar, seiring dengan berkurangnya ongkos atau harga dari komponen plastik dalam struktur harga.

Dengan diberlakukan kantong plastik berbayar di supermarket, Husna, anggota pengurus YLKI lainnya, berharap ada kepedulian dari masyarakat terhadap masalah lingkungan.

Jika keberatan membayar kantong plastik di supermarket, lanjutnya, konsumen bisa membawa kantong plastik dari rumah. “Intinya harus ada pengendalian penggunaan plastik.”

(setiawan/sir)