Friday, 18 October 2019

Pedagang Ngeluh

Mulai Bulan Depan, Minyak Curah Dilarang Dijual

Senin, 15 Februari 2016 — 13:19 WIB
ilustrasi

ilustrasi

BOGOR (Pos Kota) – Pemerintah lewat Kementerian Perdagangan, tehitung Maret mendatang akan melarang minyak curah dijual di pasaran. Dinas Perdagangan, Perindustian dan Koperasi Menengah (Disperindagkop) Kabupaten Bogor mengaku kesulitan mensosialisakan larangan ini. Sedangkan sejumlah pedagang mengeluhkan larangan tersebut.

Sejumlah pedagang di Pasar Cibinong, mengaku masih banyak masyarakat menginginkan minyak curah lantaran harganya lebih murah dibandingkan minyak kemasan. “Jual minyak curah, cepat laku, sebab harganya lebih murah,” ucap Julius, pedagang sembako di Pasar Cibinong, Senin (15/2/2016).

Menurutnya, harga minyak curah ke konsumen dijual Rp13.000 per liter, sedangkan pedagang membelinya dari agen Rp10.500. “Setengah bulan saya mampu menjual 30 kilo leter minyah curah,” ujarnya.

Sedangkan ibu-ibu mengaku, kebijakan pemerintah itu tidak diikuti dengan solusi, tapi memaksa rakyatnya untuk beralih ke minyak kemasan. “ Saat ini, semua kebutuhan pokok sudah mahal, ditambah minyak curah dihapus. Semakin repot dan ngos-ngosan kaum ibu yang hanya mengandalkan gaji suaminya yang kecil dan tak kunjung naik,” keluh Ny. Marisa.

Terpisah, Kasie Perdagangan Dalam Negeri Diperindagkop Kabupaten Bogor, Yatirun, mengaku pihaknya kesulitan mensosialisasikan larangan ini. ”Meski berat diterapkan, penghapusan minyak curah harus dilakukan, sebab sudah keputusan pemerintah karena berbahaya,” katanya.

Dia memastikan, implementasi dari Peraturan Menteri Perdagangan No.80/2014 itu mulai berlaku per 27 Maret 2016. Nantinya, minyak goreng yang dikonsumsi warga harus kemasan dengan merek Standar Nasional Indonesia (SNI). “Kami terapkan supaya masyarakat tercegah dari berbagai penyakit yang timbul akibat menggunakan minyak goreng curah,” ujarnya.
(iwan/sir)