Monday, 14 October 2019

Pertemuan di AS

Presiden Jokowi Prihatin Timur Tengah Terus Memburuk

Selasa, 16 Februari 2016 — 19:28 WIB
Presiden Jokowi saat  menghadiri Working Dinner di Sunnylands Historic Home, Amerika Serikat (AS). Senin malam (15/2) waktu setempat. Dalam acara itu, dihadiri Presiden AS  Barack Obama. (Ist)

Presiden Jokowi saat menghadiri Working Dinner di Sunnylands Historic Home, Amerika Serikat (AS). Senin malam (15/2) waktu setempat. Dalam acara itu, dihadiri Presiden AS Barack Obama. (Ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Kawasan Timur Tengah menjadi keprihatinan  Indonesia. Selain masalah perdamaian di Palestina yang belum selesai, juga konflik di Suriah serta memburuknya hubungan Arab Saudi dan Iran.

Demikian disampaikan  Presiden Joko Widodo saat  menghadiri Working Dinner di Sunnylands Historic Home, Amerika Serikat (AS). Senin malam (15/2) waktu setempat. Dalam acara itu, Presiden AS  Barack Obama bertindak sebagai tuan rumah dalam working dinner yang mengusung tema ‘On Regional Strategic Outlook’.

Presiden menyampaikan keprihatinannya, bahwa  di awal Tahun 2016 ini, keprihatinan dunia meningkat dengan memburuknya hubungan Arab Saudi dengan Iran. Belum lagi masalah Palestina yang belum dapat diselesaikan serta konflik Suriah yang menyebabkan mengalirnya arus pengungsi keluar Suriah.

Di saat yang sama, menurut Presiden, upaya melawan teroris ISIS hasilnya masih jauh dari baik. Bahkan, jumlah Foreign Terrorist Fighters (FTF) bertambah. Indonesia tidak bisa tinggal diam melihat kondisi ini. “Saya telah mengutus Menteri Luar Negeri Indonesia ke Iran, Arab Saudi dan sejumlah negara di Timur Tengah untuk menggalang perdamaian,” ucap Presiden.

Kontribusi Untuk Palestina

Jokowi menegaskan  mendorong penyelesaian Palestina dan juga penyelesaian hubungam Arab Saudi dengan Iran, serta konflik Suriah. “Saya ingin mendorong agar ASEAN dan AS terus dapat memberikan kontribusi bagi penyelesaian masalah Palestina,”. Kata Jokowi seperti dikutip Tim Komunikasi Presiden.

Presiden menyatakan bahwa dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina terus dilakukan secara konsisten. Salah satu wujud konkrit kontribusi Indonesia adalah kesediaan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa  Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada 6-7 Maret 2016.

“KTT  Luar Biasa  OKI yang akan dilaksanakan di Jakarta ini menurut rencana akan membahas masalah Palestina dan Al Quds. Dan sebagai tuan rumah, Indonesia akan mengundang observer termasuk AS,” terang Jokowi. (Johara/win)