Sunday, 15 December 2019

KANTONG PLASTIK? NO !

Rabu, 17 Februari 2016 — 5:13 WIB

“Katanya nanti kalau kita belanja di supermarket, kantong plastiknya harus bayar,” kata Soleh sambil melipat koran.
    
“Betul. Di beberapa kota sudah ada yang mulai. Di Jakarta belum. Mungkin nunggu nanti saat mulai diresmikannya tanggal 21 Februari ini,” kataku.
    
“Harganya berapa?” tanya Lukman.
    
“Belum putus. Supermarket maunya Rp. 200.-. Tapi ada yang minta lebih mahal,” kata Soleh.
    
“Betul juga. Kalau Rp. 200.- orang mau saja beli, tapi kalau mahal kan pikir-pikir. Kalau aku sih, sebaiknya Ahok larang saja penggunaan kantong plastik di supermarket. Supermarket dulu, baru nanti pedagang lainnya,” kataku.
    
“Kan orang yang mau belanja kan jadi susah,” kata Lukman.
    
“Paling gampang ya kantong sendiri dari rumah,” kataku.
    
“Ah, parah amat, masa cuma Rp.200.- satu kantong plastik saja nggak mau,” kata Soleh.
    
“Nah, ini yang keliru. Bukan soal Rp. 200.-, tapi kita jangan pakai kantong plastik lagi. Tujuannya itu, mengurangi penggunaan kantong plastik. Kenapa,” kataku.
    
“Ya, kenapa?” tanya Lukman.
    
“Sampah plastik itu susah hancur, malah terkadang tercecer kemana-mana jadi merusak lingkungan. Selama 10 tahun ini penduduk Indonesia sudah menggunakan 9,8 miliar kantong plastik. Bayangkan begitu banyaknya sampah plastik,” kataku.
    
“Oh begitu. Kalau itu tujuannya, aku setuju saja tak usah ada kantong plastik,” kata Lukman.
    
“Ya, maka itu. Cuma Ahok berani nggak?” tanya Soleh.
    
“Kupikir Ahok berani. Pemecahannya, ya kalau belanja ke supermarket bawa kantong sendiri. Supermarket siapkan kantong bukan dari plastik dengan harga yang murahlah,” kataku.
    
“Ya. Sekarang kalau ada acara seminar atau acara lain, kantongnya sudah pakai dari kain atau kertas. Jarang pakai plastik,” kata Soleh.
    
“Nah, itu. Kantong seminar kan dari kain. Itu dibawa kalau mau belanja. Kan nggak bayar, juga membantu mengurangi penggunaan plastik,” kataku.
    
“Ya, kalau kau sih enak. Kayak kemarin waktu ke HPN di Lombok, berapa kantong kain yang kau dapat,” kata Lukman.
    
“Betul. Semua kegiatan pakai kantong dari kain, tak ada yang pakai plastik,” kataku.
    
“Maka itu sudah saatnya kita nggak lagi pakai kantong plastik. Kalau Ahok berani melarang, ia akan menjadi gubernur pertama yang menolak kantong plastik,” kata Lukman.
    
“Ya, kita tunggu saja,” kataku. (lubis1209@gmail.com)