Thursday, 21 November 2019

Mulai Hari Ini Belanja di Supermarket Kantong Plastik Berbayar

Minggu, 21 Februari 2016 — 12:44 WIB

JAKARTA (Pos Kota)- Mulai hari ini Minggu 21 Februari 2016 masyarakat yang berbelanja di gerai pasar modern atau supermarket akan dikenakan bayaran untuk setiap kantong plastik yang digunakan. Langkah ini sehubungan dengan mulai diujicobakannya pemberlakuan Tas Belanja Berbayar bagi para konsumen.

“Pemerintah beralasan peraturan ini dikeluarkan sebagai upaya mengurangi limbah plastik yang ada,” kata Ketua Yayasan Peduli Bumu Indonesia (YPBI) Ananda Mustajab Latip dalam Fokus Grup Diskusi (FGD) yang melibatkan unsur pemerintah, pelaku usaha ritel, dan LSM, kemarin.

Menurut Ananda, para pelaku usaha ritel mengusulkan konsumen yang membutuhkan kantong plastik akan dikenai biaya Rp 200 per lembar. Para pelaku usaha ritel anggota Aprindo telah mengirimkan usulan secara tertulis ke Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah ini antara lain bertujuan untuk mengurangi limbah atau sampah plastik. Sebab saat ini persoalan limbah plastik dianggap sudah sangat mengganggu lingkungan akibat sulit terurai atau hancur.

Kebijakan ini sebenarnya memiliki tujuan yang sangat baik mengingat persoalan limbah plastik memng harus segera diatasi. Namun demikian Ananda menegaskan kebijakan ini dinilainya kurang tepat sasaran.

Sebab sampai plastik yang berasal dari gerai modern atau supermarket jumlahnya hanya sekitar 30 persen dari total sampah plastik yang ada di masyarakat. Sekitar 70 persen sampah plastik lainnya justru berasal dari pasar tradisional yang tidak terkena aturan ini.

Selain itu sekitar 90 persen lebih kantong plastik yang digunakan pasar modern telah ramah lingkungan karena bisa terurai dalam 2 tahun. Sementara itu sampah plastik di pasar tradisional justru mayoritas belum ramah lingkungan alias sulit terurai.

Karena itu Ananda menilai kalau ingin membereskan masalah sampah seharusnya pemerintah membuat kebijakan yang lebih mendasar. Misalnya, dengan membuat aturan pemilahan masalah sampah organik dan non organik yang kemudian dikelola dengan teknologi modern seperti insenerator.

“Dan yang terpenting para pengangkut sampah perlu dibekali pengetahuan yang memadai dan digaji yang layak. Dengan langkah ini mudah-mudahan persoalan sampah bisa diatasi,” tambah Ananda.
(faisal/sir)

Terbaru

Wali Kota Depok Muhammad Idris saat melantik sekitar 55 orang administrator dan pengawas di lingkungan Kota Depok. (anton)
Kamis, 21/11/2019 — 23:34 WIB
Usai Mutasi, 55 ASN Depok Dilantik Mendadak
Indra Syafrie
Kamis, 21/11/2019 — 23:13 WIB
SEA Games 2019
Timnas Indonesia Tiba di Filipina