Tuesday, 19 November 2019

Ahok Curhat Tentang PDIP dan Djarot soal Pilkada DKI 2017

Senin, 22 Februari 2016 — 13:03 WIB
Ahok dan Djarot

Ahok dan Djarot

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengisyaratkan akan tetap menggandeng Djarot Syaiful Hidayat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

“Saya sudah katakan kalau memang PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) izinkan dengan Pak Djarot, ya, kami maju dengan Pak Djarot,” kata pria yang akrab disapa Ahok itu, di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2016).

Ahok lalu curhat, PDIP sebenarnya pun merestui pencalonannya kembali bersama Djarot. Namun, masalahnya partai berlambang banteng gemuk itu juga berpotensi mengusung calon gubernur lain selain dia.

“PDIP merasa mereka mampu mengusung karena dia mampu, tidak mau mendukung Teman Ahok, sedangkan Teman Ahok adalah orang-orang yang dalam hatinya khawatir saya tidak bisa nyalon di Pilkada nanti,” ujarnya.

Mantan Bupati Belitung Timur itu menjelaskan, Teman Ahok yang mendukungnya lewat jalur independen harus mendaftarkan namanya ke KPU sebulan sebelum Pilkada.

“Sekarang  mereka (red: Teman Ahok) juga tidak percaya partai pasti menyalonkan saya. Kalau mereka enggak menyerahkan dulu, atau kalau dia menyerahkan, berarti bukan partai lagi yang mengusung,” ucapnya.

Bila itu yang terjadi, Ahok pun belum tahu bagaimana putusan PDIP selanjutnya. “Tapi kalau mereka tidak mau mendaftar satu bulan, mereka juga khawatir bila ternyata nanti ditekan partai bagaimana? Gak mungkin lagi untuk mendaftar loh. Itu yang mesti kami selesaikan. Saya serahkan itu kepada PDIP dengan Teman Ahok dan saya kira mereka akan komunikasikan itu,” tuntasnya.

PDIP menjadi satu-satunya partai yang bisa mengusung cagub tanpa harus berkoalisi. Pasalnya, mereka memperoleh 28 kursi di DPRD DKI. Jumlah itu telah melampaui persyaratan minimal 22 kursi yang dibutuhkan fraksi untuk mencalonkan gubernur sendiri. (julian/win)

  • jupiter

    tipe pemimpin yg nggak siap menerima risiko atas ucapannya…