Wednesday, 13 November 2019

Kantong Plastik Berbayar Rp200, Akan Dikembalikan Lewat CSR

Senin, 22 Februari 2016 — 19:22 WIB
Walikota Bogor didampingi Regional Coorporate Manager Alfa Mart, Budi Santoso (kira) dalam mensosialisakan kantong palstik berbayar

Walikota Bogor didampingi Regional Coorporate Manager Alfa Mart, Budi Santoso (kira) dalam mensosialisakan kantong palstik berbayar

BOGOR (Pos Kota) –  Pembelian kantong plastik Rp 200 di sejumlah pasar modern dan retail di Kota Bogor  akan dialokasikan  pihak perusahaan untuk lingkungan. Kebijakan ini diterapkan menyusul Gerakan Mengurangi Sampah Plastik dan Pemakaian Kantong Plastik sesuai UU No. 18 Tahun 2008

“Uangnya nanti masuk perusahaan ritel masing-masing, kemudian disalurkan dalam bentuk CSR, namun bentuknya seperti apa akan kita rumuskan lagi,” kata Walikota Bogor Bima Arya, Senin (22/2/2016). Dia mengatakan, dengan adanya pembelian kantong plastik ini, pihaknya ingin mendorong, bukan hanya sekedar membayar plastik Rp 200, tetapi juga menyiapkan kantong ramah lingkungannya.

Kota Bogor, katanya sartu dari 27 daerah  yang setuju dengan program pemerintah dalam mengurangi kantong plastik. Selain itu, Bima juga menginstruksikan agar di Kantor Walikota tidak ada lagi botol kemasan air mineral, jadi PNS harus membawa botok air minuman sendiri, selain awet juga untuk mengurangi sampah pelastik tentunya.

Sementara itu,  Alfamart  mendukung program pemerintah menerapkan kanting plastik berbayar Rp200  di semua minimarket  Alfamart dan Alfa Midi di Kota Bogor.  “Kami imbau semua konsumen Alfa Mart dan Alfa Midi untuk bisa membawa kantong belanja sendiri dari rumah,” ujar Regional Coorporate Manager Alfa Mart, Budi Santoso.

Selama tiga bulan, pihaknya melakukan sosialisasi ke para konsumen yang beberlanja di dua retail tersebut. Di kota Bogor sendiri tercata  sekitar 30-an minimarket l dengan brand Alfa Mart dan Alfa Midi. “Kasir kami  di setiap minimarket  akan menyampaikan program kantong berbayar. Setelah tiga bulan, kita terapkan kebijakan kantong berbayar Rp200 per kantong,” jelasnya.

Pihaklnya, lanjutnya  akan menyediakan  tas belanja berupa kantong belanja “go green” yang ramah lingkungan.  “Uang yang terkumpul dari kantong berbayar tersebut nantinya akan digunakan untuk berbagai program sosial. Kami akan kerjasama kembali dengan pemkot soal penyaluran  dari kantig plastik berbayar tersebut,” pungkasnya. (iwan/yh)

  • http://asrulhoesein.disqus.com H.Asrul Hoesein

    Pemerintah daerah harus ekstra hati2 menerapkan kebijakan Kantong Plastik Berbayar ini. Baca regulasi dengan cermat, baik pengusaha ritel (Aprindo dan non Aprindo) maupun pemda sendiri.

    Termasuk di Pemkot Bogor ini, sudah jelas salah, konsumen Kota Bogor dan atau pendatang harusnya protes kebijakan ini. Kenapa? karena Dana KPB berbeda sifatnya dengan Dana CSR (dana CSR punya aturan atau regulasi sendiri). Bila dicampur aduk begini, bisa fatal dengan mempermainkan dana itu, diujungnya peluang besar terjadi gratifikasi (Korupsi) serta Pengusaha Ritel yang diuntungkan.