Friday, 06 December 2019

Permenhub Longgarkan Kapal Asing Masuk Indonesia

Senin, 22 Februari 2016 — 9:14 WIB
A tug boat pulls a container ship at Tanjung Priok port in Jakarta

JAKARTA (Pos Kota) – Regulasi agen pelayaran yang tidak harus memiliki Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut (SIUPAL) sangat rawan barang-barang illegal masuk Indonesia karena pengawasan terhadap kapal asing ini sangatlah longgar.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Indonesia National Shipowners Association Surabaya Stenvens H Lesawengen mengatakan Peraturan Menteri Perhubungan No. 11/2016 tentang penyelenggaraan dan pengusahaan keagenan kapal akan membuat kapal asing mudah bersandar karena agen yang dipilih tidak harus memiliki Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut (SIUPAL).

“Dengan Permenhub 11/2016 itu, siapapun bisa menjadi keagenan kapal, dan populasinya bisa jadi tidak terkontrol bisa jadi akan masuk barang-barang ilegal atau narkoba,” ucap Stenvens.

Dikatakannya, sekarang ini 75 persen perusahaan pelayaran nasional menggantungkan diri kepada keagenan kapal asing. Dengan peraturan menteri perhubungan yang baru dmungkinkan berdirinya usaha bidang keagenan tersendiri untuk mengageni kapal asing akibatnya bisa menimbulkan monopoli.

Apalagi perizinan untuk jadi perusahaan keagenan kini sangat mudah dan mdalnya cuma Rp1,5 miliar. Dengan demikian agency fee yang selama ini diterima perusahaan pelayaran nasional akan lari jadi keuntungan perusahaan keagenan asing tersebut.

“Jika ada usaha bidang keagenan tersendiri maka masuknya modal asing ke Tanah Air bisa menjelma jadi perusahaan keagenan dari perusahaan kapal yang hendak sandar itu sendiri. Ini jelas monopoli asing untuk mengageni kapal asing itu sendiri,” ujarnya.
(dwi/sir)