Monday, 18 November 2019

Diduga Puskemas Malpraktik

Obat Tetes Telinga untuk Mata Akibatnya Gadis Itu Buta

Selasa, 23 Februari 2016 — 18:44 WIB
Elisia Santika kini buta karena salah menggunakan obat

Elisia Santika kini buta karena salah menggunakan obat

LAMPUNG (Pos Kota) -Obat tetes telinga digunakan untuk obat mata, Elisia Santika ,19, warga Sinar Mulia, Labuhan Dalam, Bandar Lampung, mengalami kebutaan.

“Awalnya, pada 19 Januari 2016 mata anak saya kemasukan binatang kecil sejenis laron lalu saya bawa berobat ke puskesmas,” kata Samiah ibunda Elisia Santika saat ditemui di rumahnya, pada Selasa (23/2) siang..

Sebelum dibawa ke puskesmas kondisi anak saya sehat. Setelah dibawa ke Puskesmas dan diberi obat tetes, bukannya sembuh tetapi akhirnya mengalami kebutaan.

Khawatir terjadi sesuatu, Samiah membawa anaknya kembali ke Puskesmas untuk mengklarifikasi terkait dengan kondisi anaknya.

“Oleh dokter, obat tetes itu diminta, kemudian dianjurkan untuk dirujuk ke rumah sakit Imanuel, Bandar Lampung, karena waktu itu Rumah Sakit Imanuel sudah tutup, kami membawanya ke Rumah Sakit Graha Husada, Karena tidak ada biaya saya tidak melanjutkan pengobatannya,”ujarnya

“Saat mengobati saya tidak teliti, jika obat tetes itu yang diberikan bagian pengambilan obat di puskesmas itu adalah obat tetes telinga bukan obat tetes mata. Bagian pengambilan obat di puskesmas yang salah memberikan obat. Obat itu baru diketahui setelah tiga kali digunakan untuk mengobati mata anak saya yang bukannya tambah membaik tapi malah anak saya jadi buta tidak bisa melihat,”imbuhnya.

Terpisah, Eli ayah Elisia Santika mengatakan, keluarganya adalah keluarga miskin. Sebab itu, untuk mengobati anaknya di RS Imanuel, Eli tidak mampu.

“Keseharian saya bekerja sebagai buruh bangunan dapat uang hanya cukup buat makan. Selama ini kalau anak dan istri saya sakit pakai jamkesmas ke puskesmas. Anak saya sakit mata malah dikasih obet tetes telinga sehingga matanya jadi buta. Saya sangat berharap pemerintah bisa membantu membiayai perobatan mata anak saya kasihan anak saya harus mengalami kecacatan karena keteledoran pegawai puskesmas,”harapnya.(Koesma)