Monday, 09 December 2019

POKOKNYA AKUR

Rabu, 24 Februari 2016 — 5:29 WIB

“Jadinya habis juga, ya,” kata Soleh begitu sampai di Pos RW.

“Apanya yang habis?” tanya Lukman sambil menggeser kursi.

“Ya, itu Kali Jodo,” jawabnya tenang.

“Oh itu. Pokoknya kalau Pemda, Kodam dan Polda kompak, beres,” kataku.

“Kalau begitu yang lain bakal menyusul,” kata Lukman.

“Ya, yang namanya kompleks pelacuran dan perjudian, harus disikat,” kata Soleh.

“Kita lihat saja, kan sekarang zaman keterbukaan. Ada yang beking, lapor saja. Gubernur, Pangdam dan Kapolda nggak akan diam,” kataku.

“Tapi yang lainjuga jangan diam,” kata Lukman.

“Maksud kau apa,” desak Soleh.

“Ya, itu ada perampokan di bus kota. Dishub sama Satpol gimana. Masa bisa terjadi,” kataku.

“Cepat beresi terminal, sekarang kan banyak calo, preman dan lain-lain,” kata Soleh.

“Naga-naganya Kadishub kita ini bisa kena damprat sama Ahok,” kata Lukman.

“Ahok sih nggak main damprat. Main copot. Maka kalau pejabat yang tenang-tenang, tunggu saja. Ahok nggak main-main,” kataku.

“Pilkada kan baru 2017, setahun lagi, kok sekarang sudah ramai siapa yang bakal lawan Ahok. Digadang-gadang katanya Ridwan Kamil dari Bandung,” kata Lukman.

“Memang orang di Jakarta nggak ada yang mampu tandingi Ahok?” tanya Soleh.

“Ya, itung-itung pemanasan. Kan sudah biasa, istilahnya mulai mengelus-elus jago,” jawabku.
“Kulihat sekarang partai-partai mulai dekati Ahok,” kata Soleh.

“Cuma katanya Ahok tetap mau maju lewat jalur independen. Kelihatannya ia cukup pede,” kata Lukman.

“Kupikir bagus juga. Untuk legitimasi,” kataku.

“Maksudmu apa,” desak Lukman.

“Kan selama ini, beberapa pilkada dinilai tidak legitimate karena yang yang tak memilih lebih banyak daripada yang memilih,” kataku.

“Maksud kau Ahok itu mau merangkul yang tak memilih, ya,” kata Lukman.

“Ya kan itu yang independen. Selama ini yang memilih kader atau simpatisan partai,” kataku.

“Cuma wakilnya?” tanya Soleh.

“Ahok yang cari yang bisa akur,” jawabku.

“Kenapa begitu?” tanyanya lagi.

“Supaya jangan pecah kongsi di tengah jalan,” kataku persis adzan. (lubis1209@gmail.com)