Wednesday, 23 October 2019

Menaker: IWA Tingkatkan Pelatihan Kerja Sesuai Standar

Selasa, 1 Maret 2016 — 12:43 WIB
Menaker Hanif Dhakiri

Menaker Hanif Dhakiri

JAKARTA (Pos Kota) – International Welding Association (IWA) atau Asosiasi Pengelasan Internasional harus meningkatkan kualitas pelatihan kerja dengan menerapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)

“Kami berharap pola kerjasama dari industri dan asosiasi profesi untuk terus berpartisipasi mengembangkan SKKNI dan KKNI mengingat pelatihan kerja bidang pengelasan dilaksanakan di hampir semua BLK UPTP (Unit Pelatihan Tingkat Pusat) dan UPTD (Unit Pelatihan Tingkat Daerah,” kata Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri saat Hanif Dakhiri sesuai menerima audiensi pengurus IWA di ruang kerjanya kantor Kemenaker Jakarta.

IWA adalah organisasi profesional bidang teknik penyambungan logam atau pengelasan (welding) bersertipikat internasional, naungan International Institute of Welding (IIW). Selama ini kualitas pekerja Indonesia di sector Welding telah diakui keunggulannya di dunia Internasional.

Menaker Hanif mengatakan pelaksanaan MEA menjadi momentum bagi Indonesia untuk mencapai standar kompetensi dan keterampilan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan memenuhi standar dunia internasional

“Penguasaan standar kompetensi dan keterampilan kerja merupakan syarat mutlak dalam pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kita harus menyiapkan sector-sektor tenaga kerja yang menjadi unggulan, termasuk diantaranya welding sehingga bisa bersaing dengan pekerja dari negara lain, kata Hanif, Selasa (1/3).

Oleh karena itu, kata Hanif partisipasi asosiasi dan industri welding dalam SKKNI dan KKNI diharapkan akan dapat membantu mengembangkan kurikulum dan materi pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Menurutnya, harapan kerjasama tersebut dinilai layak karena Kemenaker merupakan koordinator pengembangan SKKNI secara nasional bertanggungjawab untuk melaksanakan verifikasi dan penetapan SKKNI.

Selain Kemnaker, Kementerian Perindustrian adalah pembina SKKNI bidang pengelasan dalam Komite Standar Kompetensi yang menjadi Komite Standar Kompetensi bertanggung jawab untuk mengembangkan dan melakukan kaji ulang terhadap SKKNI sesuai bidangnya masing-masing.

Menaker mengatakan, peningkatan standar kompetensi kerja menjadi keharusan agar tenaga kerja negara-negara ASEAN umumnya dan tenaga kerja Indonesia khususnya dapat bersaing dengan pekerja di luar negeri maupun pekerja asing di dalam negeri.

“Pemerintah mendorong agar seluruh penyelenggara pelatihan baik pusat daerah, pemerintah atau swasta mengacu pada standar itu sehingga pasar sangat mudah menerima angkatan kerja kita,” kata Hanif.

Selama ini, lanjutnya, kerja sama untuk peningkatan kompetensi keterampilan kerja di antara negara-negara ASEAN sebenarnya sudah terlaksana dengan baik. Namum diperlukan adanya percepatan implementasi pelatihan kerja bersama yang berpedoman pada standar kompetensi kerja yang diakui dunia internasional.
(tri/sir)

Terbaru

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi sekaligus Bupati Sukabumi, Marwan Hamami (kaos hitam) saat memperingati HUT Partai Golkar ke-55. (ist)
Rabu, 23/10/2019 — 14:22 WIB
Pilkada Kabupaten Sukabumi 2020
Penantang Petahana Menyeruak, Jagoan Golkar Masih Kuat