Friday, 13 December 2019

Dekopin: Koperasi Harus Mengubah Paradigma Bisnis

Kamis, 3 Maret 2016 — 16:03 WIB
Koperasi Indonesia-n

JAKARTA (Pos Kota) – Dunia dan tantangan ekonomi berubah sangat signifikan dan era perdagangan bebas terus berkembang. Karenanya, koperasi harus mengubah paradigma bisnis, sesuai dengan perubahan.

“Tanpa melakukan perubahan dalam pengelolaan bisnis, koperasi akan semakin tertinggal jauh dibanding pelaku usaha lainnya,” kata  Ketua Umum Dekopin, Nurdin Halid, dalam sambutannya dalam rakernas tahun 2016, Kamis (3/3).

Apalagi, ia menambahkan teknologi informasi atau IT telah merasuk dalam dunia bisnis. Semua itu mempengaruhi percepatan dinamika bisnis, baik di dalam maupun luar negeri.

Perubahan yang dimaksud adalah memperkuat organisasi dan usaha agar koperasi mampu menangkap setiap peluang usaha yang dibutuhkan anggota. Tentu perubahan di tubuh gerakan koperasi menuju modernisasi dan profesionalisasi pengelolaan usahanya, tanpa meninggalkan jatidiri koperasinya.

Dekopin sendiri dalam memandang perubahan sebagai keniscayaan yang harus dilakukan koperasi.  “Hanya dengan melakukan perubahan pengelolaan koperasi akan menjamin terwujudkan koperasi sebagai pilar negara,” tandas Nurdin.

Reformasi Koperasi

Sekretaris Kemenkop & UKM, Agus Muharram, menegaskan  pemerintah telah mengambil beberapa kebijakan, di antaranya reformasi koperasi. Reformasi koperasi sebagaimana yang diamanatkan Presiden, untuk memperkuat peran koperasi sebagai pelaku ekonomi yang unggul.

“Untuk itu Menteri Koperasi UKM telah mengambil kebijakan strategis. Reformasi koperasi di Indonesia,” terangnya.

Antara lain kebijakan rehabilitasi koperasi untuk mendapatkan data dan strategi yang tepat membangun koperasi. Lalu dilanjutkan reorientasi pengelolan koperasi sehingga semakin baik dan profesional. Juga pengembangan koperasi termasuk pembinaan kepada usaha dan organisasi koperasi.

Kemenkop &UKM senantiasa juga mendorong penerpan IT dalam pengelolaan usaha koperasi. Dan koperasi harus sudah masuk e-commerce yang dengan sistem bisnis ini mampu mendongkrak penjualan, luasan pasar dan keuntungan koperasi.

Kegiatan Rakernas ini menghasilkan berbagai keputusan yang cerdas antara lain: a) evaluasi pelaksanaan program kerja tahun 2015, b) rencana pelaksanaan program kerja tahun 2016, c) rancangan program tahun 2017, d) kesimpulan pembahasan Rumah Koperasi Indonesia sebagai wadah usaha dan pusat pengembangan bisnis koperasi, e) kesimpulan atas isu lembaga pembiayaan, pengembangan SDM koperasi, singkronisasi program Dekopin dengan Kemenkop UKM. (setiawan/win)