Tuesday, 10 December 2019

Masih Banyak Masyarakat Ogah Bayar Kantong Plastik

Jumat, 4 Maret 2016 — 18:49 WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya bersama Dirut Sido Muncul dan Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta saat kampanye Ayo Peduli Lingkungan. (ist)

Menteri LHK Siti Nurbaya bersama Dirut Sido Muncul dan Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta saat kampanye Ayo Peduli Lingkungan. (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengakui dua pekan diberlakukan kebijakan kantong plastik berbayar masih banyak masyarakat yang menolaknya.

Karena itu beberapa supermarket, mini market dan toko akhirnya terpaksa menggratiskan kantong plastik lagi.

“Program kantong plastik belanja berbayar sesungguhnya bukan terletak pada harga plastik. Tetapi bagaimana membuat masyarakat hemat menggunakan plastik, sehingga volume sampah plastik bisa dikurangi,” kata Menteri Siti di sela kampanye dan peluncuran iklan Ayo Peduli Lingkungan yang diprakarsai PT Sido Muncul, Jumat (4/3).

Sebab lanjut Siti, sampah plastik menjadi salah satu jenis sampah yang sulit terurai dengan tanah. Butuh ratusan tahun dan itu tentu berbahaya bagi lingkungan.

Menurut catatan di DKI Jakarta, dari 7000 ton sampah plastik setiap harinya, 12 persen diantaranya adalah sampah plastik. Karena sulit terurai, sampah plastik ini pada akhirnya menyumbat saluran air dan menimbulkan pencemaran udara saat dibakar.

Edukasi di Televisi

Dirut PT Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan untuk membuat masyarakat sadar akan bahaya sampah plastik memang tidak mudah. Membutuhkan waktu lama dan biaya besar untuk melakukan berbagai upaya sosialisasi dan edukasi.

“Kami mengambil inisiatif untuk berperan dengan mendukung kebijakan kantong plastik berbayar di supermarket melalui edukasi di televisi,” jelasnya.

Regulasi Kementerian LHK terkait kantong plastik berbayar tersebut menurutnya sangat bagus untuk kelestarian lingkungan dimasa depan. Itu sebabnya masyarakat harus mendukungnya.

Iklan Ayo Peduli Lingkungan itu sendiri merupakan iklan pertama yang diluncurkan terkait himbauan mengurangi penggunaan kantong plastik. Harapannya dengan melihat iklan tersebut kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah plastik bisa ditingkatkan dan pada akhirnya mereka mau membawa kantong belanja sendiri dari rumah.

“Benar kata Bu Menteri Siti, yang terpenting bukan soal harga plastik.  Tetapi bagaimana membuat orang berpikir ulang jika akan menggunakan kantong plastik. Sebab semua transaksi yang terjadi dimasyarakat sebagian besar sudah pakai plastik,” pungkas Irwan. (inung/win)