Monday, 14 October 2019

Butuh Uang Untuk Biaya Melahirkan, Suami Nekat Jadi Pengedar Shabu

Jumat, 11 Maret 2016 — 16:51 WIB
Pengungkapan narkotika yang dilakukan jajaran Polsek Pulogadung. (Ifand)

Pengungkapan narkotika yang dilakukan jajaran Polsek Pulogadung. (Ifand)

JAKARTA (Pos Kota) – Berdalih butuh uang untuk persalinan sang istri, seorang pria nekat menjadi pengedar narkoba. Namun bisnis haram pelaku terendus polisi. Lelaki ini pun dipastikan tak bisa mendampingi istrinya yang diperkirakan satu bulan lagi akan melahirkan.

Tersangka Chandara Kirana, 29, hanya bisa meratapi nasibnya setelah dibekuk aparat Polsek Pulogadung. Ia ditangkap bersama tiga temannya, Iwan, 28, Eka, 30, dan Rudi, 30, di kawasan Tanjung Lengkong, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (8/3/2016). .

Kapolsek Pulogadung, Kompol Cahyo mengatakan, penangkapan para pengedar narkoba ini berawal dari diamankannya Chandra yang merupakan seorang pengedar. Kala itu petugas yang melakukan obeservasi, curiga melihat gerak-geriknya. “Pelaku kami ringkus di kawasan Pasar Prumpung, Jatinegara. Dari tangannya, kami menemukan satu paket shabu,” katanya, Jumat (11/3/2016).

Berbekal penangkapan awal tersebut, petugas langsung melakukan pengembangan. Tim yang langsung dipimpin kanit Reskrim Polsek Pulogadung, AKP Ambarita, menggerebekan rumah di Tanjung Lengkong RT 14/07, Jatinegara. “Disitu kami mengamankan salah seorang pelaku atas nama Eka, dua paket shabu yang disimpan di saku celanannya kami temukan,” ujar Kompol Cahyo.

Tak merasa puas, petugas terus menggali informasi dan langsung menyasar rumah pelaku lain yang letaknya tak jauh dari lokasi awal. Saat digrebek, petugas mendapatkan Iwan dan Rudi yang tengah meracik paketan shabu. “Dari situ, kami mengamankan empat paket shabu seberat 21 gram yang akan dipaketkan pelaku,” ujar kapolsek.

Penggeledahan yang terus dilakukan petugas juga kembali membuahkan hasil. Dari dalam rumah tersebut, 71 butir pil ektasi berbagai jenis ditemukan dari dalam lemari baju pelaku. “Semua barang haram itu, diakui pelaku didapat dari seorang kurir yang dikendalikan napi di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang,” ungkap Cahyo.

BIAYA MELAHIRKAN
Sementara itu, Chandra, salah seorang pelaku mengaku terpaksa ikut dalam bisnis haram itu karena butuh uang. Pasalnya, istrinya yang tengah hamil delapan bulan butuh biaya untuk proses persalinan. “Saya kemarin cuma mikir dapat uang saja, nggak mikir bakal ketangkap seperti ini,” ujarnya.

Dikatakan Chandra, dalam menjalankan bisnis haramnya itu, ia sendiri mendapatkan keuntungan Rp100 ribu dari setiap paket yang dijualnya. Uang itu pun sudah terkumpul sebanyak Rp500 ribu dari penjualannya selama ini. “Rencananya uang itu untuk biaya persalinan anak saya, cuma malah jadi seperti ini. Saya khilaf, ini karena butuh uang,” ucapnya sambil tertunduk.

Chandra juga mengaku, karena selama ini tak memiliki pekerjaan, ia pun nekat menjadi seorang bandar. Semua ini dilakukan setelah ia tekena bujuk rayu temannya yang juga ikut tertangkap. “Istri saya sudah melihat, saya juga sudah minta maaf. Cuma istri saya malah nangis terus,” ungkapnya.

Saat ini, keseluruh pelaku mendekam di ruang tahanan polsek Pulogadung. Atas perbuatan yang dilakukan mereka, keseluruhnya akan dijerat dengan pasal 114 ayat 2 UU No. 35 tahun 2009, tentang narkotika, dengan ancaman seumur hidup. (Ifand/yh)