Monday, 21 October 2019

Kebakaran Hutan dan Lahan Terus Meningkat

Minggu, 13 Maret 2016 — 17:32 WIB
dokumentasi

dokumentasi

JAKARTA (Pos Kota) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus meningkat. Sedikitnya 151 hotspot terdeteksi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan meskipun berbagai upaya antisipasi kebakaran telah dilakukan namun hal itu terus terjadi. Khususnya di Riau dan Kalimantan Timur.

Berdasarkan pantauan satelit modis sensor Terra Aqua dari NASA, terdeteksi 151 hotspot di Indonesia pada Minggu (13/3/2016) pukul 05.00 WIB. Sebaran hotspot ada di Kalimantan Timur sebanyak 76 tempat, Riau 45 titik, Aceh 11 tempat, Kalimantan Utara 7 titik, Sulawesi Tengah 2 titik, Gorontalo 2 tempat, Sulawesi Selatan 2 titik, Sumatera Selatan 1 tempat, Sumatera Utara 1 titik, Maluku Utara 1 tempat, dan Jawa Timur 1 titik.

Dari 45 hotspot di Riau tersebut tersebar ada 16 titik di Kab.Bengkalis, dua di Indragiri Hulu, 20 di Kepulauan Meranti, empat di Pelalawan, satu di Rokan Hilir, dan dua di Siak. Sedangkan 76 hotspot di Kalimantan Timur tersebar di sembilan Kabupaten Berau, 16 di Kutai Kartanegara 16, 50 di Kutai Timur, dan satu di Bontang.

Sutopo mengatakan kondisi cuaca di Riau dan Kalimantan Timur kering. Wilayah di Riau saat ini memasuki kemarau periode pertama hingga April mendatang. Namun kemarau yang terjadi tidak sekering saat kemarau periode kedua pada Juli hingga September mendatang.

Meskipun demikian, lanjutnya, kondisi air sumur dan air permukaan sudah mulai menipis sehingga menyulitkan petugas saat memadamkan api.

“Sesungguhnya karhutla di Riau dan Kalimantan Timur sudah berlangsung hampir tiga minggu terakhir dengan jumlah hotspot yang fluktuatif. Jumlah total hotspot di Kalimantan Timur lebih banyak dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia,” ujarnya.

Memang terjadi anomali, sambungnya, dengan karhutla sebelumnya di Kalimantan Timur relatif sedikit dibandingkan dengan yang lain. Karhutla yang terjadi pada Februari 2016, bukan hanya membakar hutan dan kebun tapi juga orang utan satwa langka yang dilindungi pun ikut terbakar.

“Penyebab karhutla tetap sama yaitu akibat kecerobohan dan pembakaran. Artinya disengaja dibakar,” jelasnya. (tri)