Wednesday, 20 November 2019

Warga Keluhkan Pembangunan Jalan Layang Busway Cileduk-Tendean

Minggu, 13 Maret 2016 — 8:37 WIB
Alat berat pada proyek pembangunan jalan layang busway koridor XIII Ciledug-Tendean di Jalan Raya Ciledug menganggur . (Rachmi)

Alat berat pada proyek pembangunan jalan layang busway koridor XIII Ciledug-Tendean di Jalan Raya Ciledug menganggur . (Rachmi)

JAKARTA (Pos Kota) – Pembangunan jalan layang untuk busway koridor XIII Cileduk- Tendean banyak dikeluhkan warga. Sebab, dalam tahap pekerjaan, pelaksana proyek bekerja serampangan. Seperti alat alat yang berserakan serta rusaknya sebagian lingkungan.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faizal meminta kepada para kontraktor proyek Jalan Layang Transjakarta Koridor XIII Tendean-Ciledug untuk memperhatikan aspek lingkungan.

Sebab, pengerjaan proyek jalan layang sepanjang 9,3 kilometer ini berdampak langsung pada warga dan pengguna jalan.

“Rekan-rekan kontraktor ini perlu mementingkan lingkungan di samping tugas utama mereka membuat jalan layang. Aspek lingkungan juga harus diperhatikan,” katanya dalam kegiatan Hari Sabtu Bersih di sepanjang jalan Kyai Maja hingga flyover Pasar Kebayoran Lama.

Yusmada mengatakan aksi bersih-bersih ini bagian dari upaya memperhatikan aspek lingkungan dari pengerjaan jalan layang Transjakarta. Karena itu, kegiatan tersebut diminta harus dilakukan seluruh kontraktor proyek ini secara bergantian setiap akhir pekan.

“Kita gantian. Kalau mereka tiap hari bersihin. Tapi setiap Sabtu, mereka harus bergantian terus seperti ini,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Yusmada sekaligus memeriksa kondisi struktur atas atau Segmental Box Grider (SGB) proyek Jalan Layang Koridor XIII Transjakarta yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

(john/sir)