Wednesday, 13 November 2019

Yusril Didukung Forum Pemuda Betawi Maju Pilkada 2017

Kamis, 24 Maret 2016 — 18:15 WIB
Yusril Ihza Mahendra dinobatkan sebagai anggota kehormatan masyarakat Jakarta versi Forum Pemuda Betawi (FPB) di Hotel Sahid, Kamis (24/3). (rinaldi)

Yusril Ihza Mahendra dinobatkan sebagai anggota kehormatan masyarakat Jakarta versi Forum Pemuda Betawi (FPB) di Hotel Sahid, Kamis (24/3). (rinaldi)

JAKARTA (Pos Kota) – Yusril Ihza Mahendra bersama lima orang lain, dinobatkan sebagai anggota kehormatan masyarakat Jakarta versi Forum Pemuda Betawi (FPB) di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (24/3).

FPB menilai Yusril sangat pantas menjadi anggota kehormatan kumpulannya lantaran kiprahnya ikut mewarnai Kota Jakarta. “Yusril kami anggap mampu bersinergi dengan masyarakat dan Kota Jakarta dalam sebagian besar hidupnya,” ujar Rachmat, ketua FPB, dalan pidato pembukaannya.

Apalagi, ia menambahkan, intelektualitas dan sikap santunnya menjadikan masyarakat Betawi meliriknya untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017.

“Kami berharap bapak Yusril menjadi pemimpin kami menggantikan Ahok (Gubernur Basuki Tjahja Purnama) yang tidak punya sopan santun dalam bicara,” ujarnya.

Menanggapi ini, Yusril mengungkapkan kebahagiaannya bisa diterima warga Betawi setelah lama menetap di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan, sejak berusia 16 tahun. “Saya merasa disinilah (Jakarta) rumah saya, setelah kampung halaman di Bangka Belitung,” katanya sesaat didaulat menjadi wakil anggota kehormatan FPB untuk berpidato.

Yusril Ihza Mahendra yang merupakan mantan Menkum HAM era Presiden Gus Dur,   telah didaulat banyak orang ikut Pilgub Jakarta pada 2017 dengan Partai Bulan Bintang. (rinaldi/win)

  • Muherman Harun

    Menurut
    Forum Pemuda Betawi Ahok tidak
    beretika dan tidak memiliki sopan santun. Masalah Etika terkait erat dengan
    moral. Moral adalah pengetahuan akan hal yang baik dan yang tidak baik.
    Sedangkan etika adalah pelaksanaan moral. Kalau etika tidak baik, moral yang
    baik menjadi tidak baik. Contoh: Seorang dokkter suka melayani pasien tak
    mampu. Moralnya baik. Tetapi ia menuliskan resep obat mahal, dan tak bermanfaat hanya untuk mendapat bonus dari
    fihak tertentu. Etikanya tak baik, menyebabkan moralnya menjadi tidak baik.
    Seorang guru pelajaran agama atau
    pelajaran sekolah membantu murid yang kurang pintar (moral guru baik). Tapi
    guru tersebut ada maksud tertenu yang tidak layak. Etika jadi tidak baik dan
    moral yang baik menjadi tiedak baik. Masalah etika sering amat pelik dan berakibat
    pembentukan majelis kehormatan etika profesi (kedokteran/perguruan, dsbnya).
    FPB pasti tidak merasa terpanggil untuk menjadi penilai masalah etika di
    masyarakat Betawi, bukan?

    Tata sopan santun atau tata karma menyangkut kebudayaan atau
    kebiasaan masyarakat. Untuk mempelajari sopan santun Indonesia asli, kita
    sebaiknya berguru di keraton Jogja.

    Basuki Tjahaja Purnama, AHOK suka memaki-maki, gunakan kata-kata
    keras dan kasar, mengancam di depan publik. Ditujukan kepada bawahannya yang
    malas, tak becus, tak disiplin dan tak jujur. Apalagi saat menghadapi penipu,
    maling uang rakyat, Ia bisa meledak-ledak karena emosinya terganggu.

    Ada tokoh kita yang jauh
    lebih hebat dari ak AHOK. Siapa tak kenal dia? Namanya Bung Karno, Pemmpin
    Besar Revolusi Indonesia

    Saat menhadapi pimpinan negara yang kolonialis imperialis,
    beliau begitu murka dan gusar dan dengan suara menggelegar ke seluruh dunia, ia
    mengutuk keras adikuasa dunia dan kawanannya dengan kata-kata: “GO TO HELL WITH
    YOUR AID!” artinya “Persetan dengan bantuanmu!” Ini untuk membela kemandirian
    dan guna menegakkan harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia.
    Bagaimana tanggapan catur pahlawan FPB?