Thursday, 21 November 2019

Konvoi Mobil TNI AU Terabas Jalur Satu Arah di Puncak

Sabtu, 26 Maret 2016 — 15:22 WIB
Jeep TNI AU terabas saat jalan satu arah di Puncak. (yopi)

Jeep TNI AU terabas saat jalan satu arah di Puncak. (yopi)

BOGOR (Pos Kota) – Sebuah jeep putih milik TNI yang sedang mengawal sedan berplat TNI, menerobos jalur Puncak yang sedang berlaku satu arah. Iring-iringan dari arah Puncak menjuju Jakarta, padahal sedang berlaku satu arah Jakarta ke Puncak.

Sikap tidak disiplin ini, sangat membahayakan pengguna jalan lain yang sedang melaju kencang, karena pemberlakuan satu arah. Iring-iringan rombongan mobil TNI AU menerobos saat arus lalu lintas sedang berlaku kendaraan dari Jakarta menuju Puncak.

“Sebaliknya, iring-iringan mobil TNI AU ini meluncur dari arah Puncak menuju Jakarta, padahal saat itu sedang diberlakukan satu arah dari Jakarta menuju Puncak. Saat. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.15 WIB, Sabtu (26/3) pagi,” kata AKP Bramastyo Priaji, Kasat Lantas Polres Bogor.

Rombongan mobil TNI paling depan adalah mobil Jeep putih berplat nomor TNI. Menyusul di belakang jeep, ada bus, lalu di susul dua mobil sedan warna biru dan satu sedan hitam.
Di belakangnya lagi ada mobil minibus serta ambulans.

Akibat sikap arogan dan sok berkuasa ini,  kemacetan tidak terhindarkan. Pasalnya, hingga pukul 15.00 WIB Sabtu (26/3) sudah 21 ribu  kendaraan yang melintas menuju Puncak.

“Iring-iringan rombongan mobil TNI AU, kendaraan mau ke arah Puncak berhenti karena takut kecelakaan. Kendaraan lain berupa motor, juga mengikuti iring-iringan mobil TNI sehingga mengambil sebagian jalan,” paparnya.

Konvoi mobil TNI AU saat berlaku sistim satu arah sempat di hadang anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor yang berjaga di simpang Pasir Muncang.

Kendaraan ber. Plat TNI ini akhirnya dialihkan masuk ke Pasir Muncang dan tembus ke Jalan Pertanian menuju Jalan Raya Puncak Ciawi.

Sempat Berusaha Dibelokkan

Kanit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Bogor, Ipda Vino Lestari mengatakan, sebelumnya iring-iringan tersebut sudah diketahui sejak di Tanjakan Selarong.

“Anggota kami yang berjaga di Selarong melihat iring-iringan tersebut. Dan saat di pertigaan Pasir Angin, petugas kami sempat berusaha untuk membelokkan iring-iringan untuk masuk ke kanan (Pasir Angin), tapi mereka tidak mau. Ini membahayakan pengguna jalan yang lain,” papar Vino.

Sesampainya di Simpang Pasir Muncang,  anggota yang berjaga memaksa iring-iringan ke jalan Pasir Muncang. “Kendaraan sudah padat saat konvoi melintas. Kita sayangkan saja.  Seharusnya kendaraan dinas atau apapun yang sifatnya tidak urgent, dilarang menerbobos sistem satu arah di Jalur Puncak. Berbahaya karena satu kendaraan pasti kencang,” ungkapnya.

Kepolisian Polres Bogor, sejak Jumat (25/3) sudah berusaha maksimal untuk mengatur lalu lintas sesuai prosedur. “Libur Paskah, puncak padat. Kami atur supaya masyarakat pengguna jalan merasa nyaman. Malah aparat dengan mobil dinas yang melanggar,” ujarnya.

Andri 32, pengguna jalan mengecam tindakan rombongan mobil TNI tersebut.
“Kalau aturan buat dilanggar, kapan mau tertib,” kata Hesti, ibu pengendara roda empat yang terjebak kemacetan akibat ulah rombbongan TNI AU ini. (yopi/win)

  • Kampret

    JADI CONTOH MORALITAS APAKAH YANG DIPERTONTONKAN??????

  • Chyntia Muis

    bingung pilih BO terbonafit??? silakan daftar di D|R|A|G|O|N|4|D, raih kemenangan anda bersama kami :)

  • Robert

    Kalau jadi presiden, ane bakalan telpon KSAU, dalam waktu maximal 3 jam semua personil yg terlibat harus menghadap presiden, berikan laporan dan alasan yg logis, kalau nggak masuk akal, kena hukuman langsung plus minta maaf ke publik satu persatu… Sekalian juga KSAU-nya…

    Efek jera karena kesalahan sendiri itu diperlukan..
    Itu kalau ane presiden..