Wednesday, 13 November 2019

Jadi Petugas Sipir Penjara Akhirnya Masuk Penjara

Jumat, 1 April 2016 — 6:05 WIB

PERKERJAAN Trimo, 40, jadi sipir penjara. Tapi gara-gara membunuh istri, akhirnya bakal jadi penghuni penjara sendiri. Kenapa dia kalap? Biasa, soal WIL. Ny. Giyati, 35, yang protes melulu soal wanita ke-3 dalam rumahtangganya, dibungkam dengan tusukan pisau. Habis membunuh langsung lapor ke Polres Blitar.

Lelaki itu di mana-mana sama saja. Asal punya uang lebih sedikit saja, pikirannya jadi macem-macem. Kalau sekedar beli sepeda motor atau mobil, itu masih lumrah. Yang banyak terjadi, duit lebih itu dibuat cari mobil yang bisa kentut dan pakai kebaya. Jadi bukan untuk invesati bisnis, tapi investasi bidang selangkangan.

Trimo warga Kota Blitar, selama ini bekerja sebagai sipir di Lembaga Pemasyarakatan Anak. Umumnya gaji seorang sipir itu kecil, sehingga banyak yang mau diperalat napi dengan imbalan uang. Tapi apa imbalan yang diterima Trimo selama ini cukup gede, sehingga dia punya keberanian investasi dalam pengembangan syahwat?

Nggak tahulah, yang pasti sudah beberapa bulan ini Trimo memang punya seorang WIL, yang lumayan cantik, Giyati istrinya yang guru SMP, sebetulnya cukup cantik juga. Tapi karena stok lama, tidak lagi menarik perhatian Trimo selaku suaminya. Bagi sipir penjara ini, istri di rumah itu ibaratnya ikan asin, yang baru enak dimakan ketika perut sudah betul-betul lapar.

Sejak punya WIL, perhatian Trimo pada keluarga mulai berkurang. Pulang kerja sering kasep, bahkan ketika dimintai duit untuk keperluan anak sekolah, sering bilang tak ada uang. Padahal sebenarnya dia baru saja transver untuk WIL-nya itu. Hal ini lama-lama membuat Ny. Giyati curiga dan kemudian mengadakan penyelidikan.

Ternyata hasilnya sangat mengejutkan. Trimo yang tak mau hidup nrimo, ternyata punya WIL, yang alamatnya juga diketahui pasti oleh Giyati. Sejak itu rumahtangga Trimo jadi selalu heboh, hiruk pikuk, jika tak mau disebut ribut melulu. Giyati mencoba klarifikasi, tapi Trimo menjawab dengan kasar, bahkan tega main tempeleng. Sejak itu pula para tetangga jadi tahu bahwa suami istri ini sering eker-ekeran gara-gara WIL.

Klimaksnya terjadi beberapa hari lalu. Kembali Giyati mengungkit-ungkit soal WIL. Dan kali ini Trimo benar-benar marah. Istri yang sudah lebih dari 15 tahun menemani kehidupannya itu tiba-tiba ditusuk pisau di dada, dan langsung ambruk dan tewas. Dengan tenang sipir penjara itu kemudian menyerahkan diri ke Polres Blitar, sementara jenazah istri diurus tetangga.

Nah lho, biasanya di LP ngawasi, nantinya gantian diawasi. (BJ/Gunarso TS)