Monday, 21 October 2019

Warga Kalibaru

Nenek Umur 105 Tahun Butuh Bantuan Popok dan Kursi Roda

Minggu, 3 April 2016 — 9:52 WIB
Nenek Juriah sedang berbaring di tempat tidurnya. (Wandi)

Nenek Juriah sedang berbaring di tempat tidurnya. (Wandi)

JAKARTA (Pos Kota) – Nenek Jumiah, hanya bisa terbaring lemah diatas tikar yang sudah usang di rumahnya warga RT 09 RW 07 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Kondisi ini sudah berjalan sejak 5 tahun, bahkan akhir-akhir ini kesehatannya terus turun.

Keluarga yang hidupnya pas-pasan ini berharap Pemkot Jakarta Utara dapat memperhatikannya lebih serius nasibnya. Bahkan nenek yang genap berusia 105 tahun ini sudah tak bisa melihat lagi dan ia hanya bisa tergeletak di tempat tidurnya yang terbuat dari kayu dan papan beralaskan tikar yang sudah usang tanpa kasur.

“Ya kondisi ibu saya seperti ini sudah lima tahun lebih. Selama ini ia hanya tidur dan melonjor di atas tempat tidurnya, makan saja harus disuapin,” kata Sopiah anak pertamanya.

Menurutnya, ibunya sangat membutuhkan bantuan popok dan kursi roda. Sebab selama ini dirinya hanya jualan gorengan dan hasilnya pas-pasan dan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hati.

“Hasil dari jualan gorengan, jangankan untuk beli kursi roda, untuk makan sehari-hari kami kurang. Bahkan kadang kami harus utang sana-sini, makanya kami berharap ada perhatian dari pemerintah,” kata Sopiah, nenek 4 orang ini.

Ditambahkan oleh sopiah, memang dirinya beberapa tahun lalu minta bantuan kursi roda kepada pemerintah. Tapi entah kenapa saat ini belum ada jawaban, padahal alat tersebut sangat dibutuhkan untuk ibunya.

Selama ini kata Sopiah, selain merawat orang tuannya ia juga juga disambil jualan gorengan. Ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan membeli pempes dan kebutuhan lainnya.

“Kalau tidak jualan dapat duit dari mana, dalam satu minggu saya harus mengeluarkan kocek Rp 50 ribu membeli dua pak pempes,” ujarnya.

Kebutuhan pampes ini dikarenakan ibunya ini tak bisa berjalan dan tidak bisa melihat. Jadi buang air kecil dan besar di tempat tidurnya, makanya pampes sangat butuh.

Selama ini kata Sopiah memang ada bantuan rutin sudah ia diterima seperti beras raskin 15 kg tiap bulan dari ketua RT. Selain itu jika berobat ia menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS), meski begitu sangat berat ongkosnya.

Nenek Juriah sendiri kata Sopiah memiliki 4 orang anak, 12 cucu dan 9 cicit. Dari jumlah itu kondisinya pas-pasan semua.

(wandi/sir)