Tuesday, 22 October 2019

Alasan Harga Suku Cadang

Organda Bekasi Ogah Turunkan Tarif Angkutan

Minggu, 3 April 2016 — 15:58 WIB
Terminal Cikarang

BEKASI (Pos Kota)- Organisasi pengusaha angkutan umum darat (Organda) Kota Bekasi, menolak penurunan tarif angkutan umum.

Ini diutarakan saat Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi membahas rencana penyesuaian tarif angkutan umum, terkait penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah, mulai Jumat (1/4).

Untuk penurunan tarif tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkot Bekasi mengundang Organda.

Namun agenda rapat pembahasan penyesuaian tarif angkutan umum tersebut mengalami kebuntuan. Pengurus Organda bersikukuh bahwa penurunan harga BBM tidak signifikan, hanya berkisar Rp 500 per liter. Sedangkan harga suku cadang kendaraan tetap naik.

“Pengusaha angkutan dan Organda tidak mau menurunkan tarif. Sehingga pembahasan belum jadi,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Bekasi, Yayan Yuliana.

Menurut Yayan, para pengusaha masih mempertahankan tarif yang berlaku sebelumnya, karena penurunan harga BBM per 1 April 2016 di wilayah Bekasi tidak memengaruhi penurunan harga suku cadang kendaraan. “Itulah alasan mereka tidak mau menurunkan tarif”, katanya.

Yayan menyatakan, surat edaran pemerintah pusat terkait penurunan harga BBM tidak langsung berimbas pada penurunan tarif angkutan umum di daerah. Untuk menurunkan tarif angkutan umum, butuh proses dan pembicaraan, agar masing-masing pihak memperoleh kesepekatan. “Organda masih meminta waktu untuk melakukan kajian terhadap imbauan penurunan tarif angkutan umum,” jelas Yayan.

Yayan juga mengakui, penurunan tarif premium dari semula Rp 6.950 perliter menjadi Rp 6.450 perliter dan solar dari Rp 5.650 menjadi Rp 5.150 per liter, masih belum signifikan untuk menurunkan tarif angkutan umum. “Kalau turunnya di atas Rp 1.000 per liter, baru bisa signifikan menurunkan tarif angkutan umum,” katanya.

Kendati belum ada kesepakatan dan keputusan, Pemkot Bekasi tetap mengimbau kepada Organda agar tarif angkutan umum bisa segera disesuaikan, sehingga tidak terjadi keos di lapangan dengan penumpang.

Sementara itu, Ketua Organda Kota Bekasi, Hotman Pane mengakui, pihaknya akan mengundang para pengusaha angkutan unmum yang menjadi anggota Organda untuk membicarakan penurunan tarif angkutannya. “Nanti kita akan undang dulu anggota Organda,” ucapnya.

Menurut Hotman, saat ini jumlah penumpang angkutan umum pun jauh berkurang. Bahkan untuk beberapa trayek yang angkutan perkotannya banyak, sudah tidak lagi sebanding antara biaya operasional dengan penghasilan.
(saban/sir)

Terbaru

Polwan (berkerudung) mengajak bicara wanita yang ditemukan linglung di Depok.
Selasa, 22/10/2019 — 8:12 WIB
Wanita Necis Ditemukan Linglung di Depok
serakah
Selasa, 22/10/2019 — 7:51 WIB
Serakah, Rakus, Kemaruk
Selasa, 22/10/2019 — 7:42 WIB
Menunggu Kerja Cerdas Kabinet Kerja Jilid II