Friday, 22 November 2019

Puluhan Bangunan Liar di Tanggul Sungai Bakal Dibongkar

Jumat, 8 April 2016 — 7:52 WIB
Bangunan di tanggul sungai. (taryani)

Bangunan di tanggul sungai. (taryani)

INDRAMAYU (Pos Kota) – Puluhan bahkan ratusan bangunan liar yang berdiri permanen dan semi permanen di sepanjang tanggul Sungai Cipelang di Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Jabar terancam dibongkar, menyusul adanya proyek normalisasi dan modernisasi tanggul Sungai Cipelang dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat R.I.

Sebelum pembongkaran bangunan liar itu berlangsung, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Pertambangan dan Energi Kabupaten Indramayu mensosialisasi program itu kepada ratusan warga termasuk para pemilik bangunan.

Sosialisasi menghasilkan kesepakatan yaitu kegiatan normalisasi Sungai Cipelang dilaksanakan sekitar bulan Agustus 2016. Pemilik bangunan di pinggir sungai diwajibkan membongkar sendiri bangunanya. Hal itu sesuai dengan surat pernyataan yang mereka buat.

Salah seorang warga yang membuat surat pernyataan itu adalah Yuliati. Suratnya ditandatangani Kuwu Kongsi Jaya H. Sutarjo, Ketua BPD Mashadi, Pengamat Pengairan Bambang Purwanto, Kasi Trantib Kecamatan Widasari Syaripudin Sagita.

Menurut Kuwu (Kepala Desa) Kongsi Jaya H. Sutarjo, Pemerintah Desa akan berusaha melakukan yang terbaik untuk mensukseskan program pemerintah yang berkesinambungan. Untuk itu, katanya pihaknya beserta masyarakat Kongsi Jaya mendukung program tersebut. “Karena bagaimanapun itu tujuan kami dalam meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.

Kasi Trantib Kecamatan Widasari Syaripudin Sagita mengemukakan, kesadaran masyarakat pemilik bangunan liar yang melakukan pembongkaran sendiri bangunannya semakin memperlancar proses normalisasi Sungai Cipelang yang dampaknya dapat mengurangi banjir juga menguntungkan para petani.

“Kesadaran masyarakat Desa Kongsi Jaya Kecamatan Widasari membongkar sendiri bangunan liar di tanggul Sungai Cipelang masih cukup tinggi. Mudah-mudahan hal ini sebagai pilot projet untuk masyarakat lainnya dalan menghadapi normalisasi sungai,” ujarnya.
(taryani/sir)