Monday, 14 October 2019

SKB 3 Menteri, Tahun Depan Ada 19 Hari Libur Nasional & Cuti Bersama

Kamis, 14 April 2016 — 14:50 WIB
Menko PMK Puan Maharani bersama Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi, Yuddy Chrisnandi.(rihadin)

Menko PMK Puan Maharani bersama Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi, Yuddy Chrisnandi.(rihadin)

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah telah menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama  pada tahun depan (2017).

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudaayaan (Menko PMK), Puan Maharani bersama Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi, Yuddy Chrisnandi melakukan penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) dan Cuti Bersama Tahun 2017 di kantor Menko PMK, Jakarta, Kamis (14/4).

Berdasarkan SKB 3 Menteri tersebut, jumlah hari libur nasional dan cuti bersama pada tahun 2017 sebanyak 19 hari. Dengan rincian libur nasional sebanyak 15 hari dan cuti bersama sebanyak 4 hari untuk Idul Fitri 1438 Hijriyah dan Hari Raya Natal.

“Alhamdulilah dalam rapat singkat tiga menteri teknis, disepakati berkaitan hari libur dan cuti bersama,” ujar Puan Maharani di Jakarta,  Kamis (14/4/2016).

Pengaturan cuti bersama dan hari libur nasional telah diatur di dalam Peraturan Pemerintah no 24 tahun 1976, Keputusan Presiden no 24 tahun 1976 dan Keputusan Presiden No 3 tahun 1983. Cuti merupakan hak bagi pegawai yang harus dihargai dan dihormati, untuk kepentingan bersama perlu diatur pemerintah dan jumlah hari cuti bersama mengurangi jumlah hari cuti tahunan.
Disebutkan, pemberlakuan cuti bersama dan libur nasional ini adalah upaya pemerintah meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pemanfaatan hari kerja, hari libur dan cuti bersama. Sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja. Selain itu untuk meningkatkan sektor pariwisata dalam negeri yang mempunyai dampak ekonomi.

Rinciannya adalah;

* 1 Januari tahun Baru Masehi
* 28 Januari tahun Baru Imlek 2568 Kongzili
* 28 Maret hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939
* 14 April Wafat Isa Al Masih
* 24 April Isra Mi`raj Nabi Muhammad SAW
* 1 Mei Hari Buruh Internasional
* 11 Mei Hari Raya Waisak 2561
* 25 Mei Kenaikan Isa Al Masih
* 25- 26 Juni Idul Fitri 1438 Hijriah
* 17 Agustus Hari Kemerdekaan Indonesia
* 1 September Idul Adha 1438 Hijriah
* 21 September Tahun Baru Islam 1439 Hijriah
* 1 Desember Maulid Nabi Muhammad SAW
* 25 Desember Hari Raya Natal

Cuti Bersama Tahun 2017:
* 23, 27-28 Juni Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah
* 26 Desember Hari Raya Natal
(rihadin/sir)

  • Mangap

    sudah cukup banyak hari liburnya. jangan ditambah lagi. nanti malahan kalah bersaing dengan negara lain