Tuesday, 19 November 2019

Organda DKI Turunkan Tarif Taksi

Minggu, 17 April 2016 — 8:18 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Gonjang-ganjing ‘persaingan’ layanan tarif murah antara taksi online dan konvensional, disusul penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), memaksa organisasi pengusaha angkutan darat (Organda) DKI Jakarta menerapkan penurunan tarif.

“Penerapan penyesuaian tarif turun sampai 15% itu sesuai hitungan proses uji TERA dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika), yang mulai diberlakukan Sabtu (16/4) kemarin,” ujar Ketua Organda DKI Jakarta, Syafruhan Sinungan kepada Pos Kota.

Namun begitu, katanya, diberlakukan serentak pada Senin (18/4) mengingat banyaknya jumlah taksi yang tercatat mencapai 27.400 unit taksi konvensional dari 20-an perusahaan. “Kami bicarakan taksi konvensional yang tercatat sebagai anggota Organda,” ujarnya seraya menyebut sejumlah taksi juga memanfaatkan online seperti Blue Bird dan Express.

Menanggapi ini, kepala Humas Blue Bird Group (BBG) Teguh Wijayanto membenarkan hal itu. Katanya, penurunan tarif itu sampai 15 persen untuk area Jabodetabek. Seperti buka pintu turun Rp 1000 dari normal Rp 7.500, tarif per KM turun Rp 500 dari normal Rp 4000, dan waktu tunggu turun Rp 6000 dari normal Rp Rp 48.000/jam.

“Kami ikut peraturan resmi,” ujarnya seraya menolak dikaitkan persaingan dengan taksi online dan mogok masal taksi sebelumnya. “Yang jelas penurunan harga BBM juga menjadi pertimbangan kebijakan penurunan tarif.”

(rinaldi/sir)