Thursday, 21 November 2019

HIPMI Kecam Pengusaha Abaikan Aturan

Kamis, 21 April 2016 — 17:07 WIB
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bahlil Lahadali/ist

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bahlil Lahadali/ist

JAKARTA (Pos Kota) — Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Bahlil Lahadalia, mengecam pengusaha yang mengabaikan aturan yang diberlakukan pemerintah dan negara. Pasalnya, aturan yang berlaku itu buat kemaslahatan bangsa dan negara.

“Pemerintah juga tidak boleh diskriminasi hukum kepada seluruh warganya,” ujarnya menanggapi kemelut proyek reklamasi Pantai Utara (Pantura) Jakarta yang disebut ilegal sebagiannya kepada wartawan, Kamis (21/4).

Dijelaskannya, reklamasi sah-sah saja asalkan sesuai prosedur dan aturan. Tetapi ketika proyek itu dikerjakan tanpa mengikuti prosedur perijinan yang berlaku maka hal itu disebut ilegal dan wajib dihentikan sewaktu diperintahkan pemerintah atau pihak berwenang.

Soal penggalian pasir untuk reklamasi secara ilegal, Bahlil meminta pemerintah bersikap tegas baik yang dilakukan pengusaha domestik maupun asing. “Pemerintah harus adil bijaksana dalam menerapkan hukum,” ujarnya.

Namun begitu, ia menyarankan para pengusaha proyek reklamasi Pantura Jakarta itu untuk menghentikan pembangunan proyeknya sesuai permintaan pemerintah selaku pemegang mandat pelaksana aturan dan undang-undang yang berlaku. “Sebagai warga negara yang baik mari taati aturan yang berlaku.” (rinaldi/iw)