Wednesday, 16 October 2019

200 Napi Jakarta Dipindahkan ke Lapas Cikarang

Sabtu, 23 April 2016 — 11:43 WIB
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly .

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly .

CIKARANG (Pos Kota) – Napi dari dua lembaga pemasyarakat (Lapas) yang over kapasitas di Jakarta bakal dipindahkan ke Cikarang. Pemindahan ini dilakukan secara bertahap ke lapas Kelas III Bekasi yang berada di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

Hal ini diungkapkan oleh Menkumham Yasonna Laoly melakukan inspeksi ke Lapas Kelas III Bekasi. Napi berjumlah 200 yang dipindahkan berasal dari Lapas Cipinang dan Salemba yang saat ini kelebihan muatan.

“Ini dalam rangka pengecekan kondisi lapas. Dan kondisi di dalam bagus karena baru dibangun. Rencananya nanti ada 200 napi dari Cipinang dan Salemba yang dipindah ke sini,” ujar Yasonna, Sabtu (23/4).

Para napi yang dipindah, kata Yasonna, merupakan napi yang telah menyelesaikan setengah dari masa hukuman. Napi dari berbagai kasus akan dipindahkan, kecuali kasus terorisme.

“Tidak tergantung kasusnya apa, kasus pidana umum sama narkoba masuk ke sini. Kecuali terorisme karena kan itu kasus khusus,” kata dia.

Segala proses administrasi, keamanan hingga anggaran untuk kebutuhan para napi, kata Yasonna, sudah dipersiapkan. “Karena kan di lapas ini anggarannya hanya untuk 600 napi. Setelah ditambah, nanti anggaran yang dari lapas asal dipindah ke sini. Karena kan untuk makan napi dan kebutuhan lainnya,” jelasnya.

Selain Cikarang, ada dua lapas lagi yang menjadi tujuan migrasi napi. Keduanya yakni Rutan Cilodong Depok dan Lapas Gunung Sindur Bogor.

Kepala Lapas Kelas III Bekasi Toto Wiarto mengatakan, bahwa pihaknya sudah menyediakan sejumlah ruangan. “Kami sudah siapkan sesuai instruksi Pak Menteri. Masih ada dua blok lagi yang tersedia,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa dari kapasitas 1.130 napi, lapas kelas III Bekasi baru dihuni 618 napi. Para napi tersebut berasal dari pidana umum dan narkoba.

Toto menambahkan, bagi para warga binaan yang baru dipindah, tidak langsung menghuni ruangan lapas. “Ya setelah masuk sini mereka tidak langsung menghuni, kami seleksi dulu untuk penempatan blok atau ruangannya,” kata dia.(lina/win)