Saturday, 14 December 2019

Empat Orang Pembuang Sampah Terjaring OTT

Kamis, 28 April 2016 — 22:31 WIB
Salah seorang pembuang sampah yang menjalani pemeriksaan. (wandi)

Salah seorang pembuang sampah yang menjalani pemeriksaan. (wandi)

JAKARTA (Pos Kota) – Buang sampah sembarangan empat warga Kecamatan Koja, Jakarta Utara, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT). Mereka diamankan petugas Satpol PP Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Penangkapan itu dilakukan  saat Satpol PP Kecamatan Koja menggelar operasi di sekitar Jalan Bendungan Melayu, Kelurahan Tugu Selatan, dan Kober, Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Kamis (28/4) petang.

Keempat orang tersebut, selain disita Kartu Tanda Penduduknnya, mereka juga diwajibkan lapor. Hingga saat ini keempat orang yang merupakan warga Tugu Utara dan Tugu Selatan itu masih menjalani pemeriksaan di kantor Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Camat Koja, Rahmat Effendi Lubis  mengatakan, pihaknya memang gencar melakukan memonitor pembuang sampah terutama di Jalan Bendungan Melayu, Kelurahan Tugu Selatan dan Kober Kelurahan Tugu Utara Kecamatan Koja. Ini dilakukan  karena adanya gundukan sampah milik warga.

“Dalam operasi ini kami memang menugaskan anggota Satpol PP dengan berpakaian preman. Ini dilakukan dengan tujuan para pelaku pembuang sampah itu tak curiga. Dan benar saja, beberapa saat petugas ditempatkan di lokasi ada empat orang yang sengaja membuang sampah sehingga kami langsung menangkapnya,”terang Rahmad Effendi Lubis.

Sering Buang Sampah di Jalan

Diakui oleh Camat, memang kedua titik jalan itu selalu sering banyak sampah yang dibuang di pinggir jalan oleh warga. Untuk itu, kami pantau dengan mengerahkan petugas Satpol PP, meski sudah beberapa kali pihaknya menangkap orang yang membuang sampah di lokasi namun tidak membuat jera warga.

Selanjutnya, empat warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan Kartu Tanda Indentitasnya KTP didata untuk selanjutnya didenda dengan membayar denda sebesar seratus ribu.

Dulhani,40, salah seorang pelaku pembuang sampah mengaku membuang sampah di lokasi tersebut. Ini dilakukan karena selama ini petugas kebersihan selalu lamban dalam mengakut sampah,  dari pada rumahnya penuh dengan tumpukan sampah dirinya terpaksa membuang di lokasi.

“Kalau tahu, KTP didata dan disuruh bayar denda, saya kapok tidak  mau buang sampah lagi di situ karena sudah diberikan peringatan keras oleh petugas. saya juga kapuk dan kedepan tidak akan melakukan lagi,” tandas Dulhani. (wandi/win)