Thursday, 12 December 2019

Di Jabar, 12 Warga Tewas Akibat Rabies

Rabu, 4 Mei 2016 — 15:43 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

SUKABUMI (Pos Kota) – Sedikitnya sudah 12 warga di Jawa Barat tewas  terkena rabies. Jumlah tersebut berdasarkan pendataan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar sepanjang 2002 hingga 2015 yang tersebar di beberapa wilayah seperti Sukabumi, Garut, Cianjur, dan beberapa wilayah lainnya.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, Yuzar IB mengatakan, untuk tahun ini jumlah orang meninggal akibat rabies satu orang berada di Kabupaten Sukabumi.

“Dengan adanya temuan kasus rabies di Kabupaten Sukabumi, maka target Jawa Barat bebas rabies kembali diundur. SebelumnyaJawa Barat menargetkan 2018 bebas rabies. Namun setelah ada kasus di Kabupaten Sukabumi ini target diundur menjadi 2019.  Harus ada evaluasi selama tiga tahun dari tahun penemuan rabies,” ungkap Yuszar.

Menurut Yuzar, kasus rabies di Jawa Barat 98 % akibat gigitan anjing. Sedangkan sisanya akibat gigitan kucing dan kera. Menurut Yuzar, daerah yang paling diwaspadai terkait rabies adalah di Sukabumi, Garut, Ciamis, Cianjur dan Pangandaran. Hal tersebut dilihat dari kasus yang ditemukan.

Kepala Bidan P2PL Kabupaten Sukabumi Harun Alrasyid menambahkan, sejauh ini belum ada obat untuk penyakit rabies. Selama ini dinkes hanya memberikan vaksin anti rabies kepada orang-orang terkena gigitan anjing untuk mencegahnya.

“Masa inkubasi rabies itu lumayan lama. Hal itu tergantung dari ketahanan dalam tubuh orang yang terkena gigitan anjing. Makanya saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi telah memberikan vaksin ulang kepada 11 orang yang tergigit anjing rabies di Jampangtengah,” tandasnya. (sule/win)