Monday, 09 December 2019

Rumah Samadikun di Menteng Disita Jika Tak Lunasi Rp169 Miliar

Minggu, 8 Mei 2016 — 18:41 WIB
Samadikun Hartono (rihadin)

Samadikun Hartono (rihadin)

JAKARTA (Pos Kota) – Jika terpidana kasus BLBI, Samadikun Hartono, tak melunasi uang pengganti Rp169 miliar, maka rumahnya di di Jalan Jambu, Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, akan disita Kejaksaan Agung.

“Jika dia tidak membayar (melunasi) uang penggantinya, maka kita akan sita rumah di Jalan Jambu, Mentang, Jakpus tersebut,” tegas Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah saat dihubungi, di Jakarta, Minggu (8/5).

Rumah di Menteng tersebut, tambah Arminsyah ditaksir sekitar Rp50 miliar. “Kekuranganya
akan ditutupi dari tanah di Kawasan Puncak, Bogor, Jabar. Tetapi, sampai kini belum ditaksir nilainya,” katanya.

Menurut Arminsyah, sampai kini, dirinya belum mengetahui apakah keluarga Samadikun sudah sepakat untuk membayar uang pengganti Rp169 miliar tersebut.

“Informasi terakhir dari Kejari (Kejaksaan Negeri) Jakarta Pusat,  mereka sedang menunggu kemarin sore keluarganya datang ke Rutan Salemba mendiskusikan untuk membayar uang pengganti.

Sesuai putusan kasasi Mahkamah Agung (MA), 28 Mei 2003, mantan Presiden Komisaris Bank PT Bank Modern Tbk itu juga dijatuhi hukuman empat tahun penjara.

Samadikun Hartono ditangkap beberapa waktu lalu ketika hendak menonton kualifikasi Formula One (FI) di Shanghai, Cina oleh otoritas Kehakiman Cina berkat kerjasama dengan Badan Intelijen Negara (BIN).  Samadikun yang divonis bersalah dalam kasus (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) untuk Bank Moderen itu digiring ke Indonesia.

Seminggu kemudian, Kamis (21/4) tiba di Bandara Halim Perdanakusuma dan lalu dieksekusi oleh Kejari Jakpus, di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung. Dia dpebjara di Rutan Salemba.

Jalan Panjang

Jampidsus menyatakan pihaknya tengah fokus bagaimana Samadikun Hartono melunasi uang pengganti Rp169 miliar. “Itu tidak cukup satu-dua jam menjelaskannya,” tukasnya ketika ditanya tentang kelanjutan perkara ini, mengingat uang BLBI yang dikucurkan ke Bank Moderen, sekitar pertengahan tahun 90-an berjumlah Rp2,5 triliun.

Namun, dia memberikan isyarat dirinya sangat komit untuk menuntaskan, namun semua butuh waktu dan alat bukti. “Beri kita waktu,” pinta Arminsyah, yang juga mantan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel). (ahi/win)