Monday, 09 December 2019

10 Kaos Berlogo Palu Arit Diamankan Polisi Dari 2 Toko di Blok M

Senin, 9 Mei 2016 — 16:28 WIB
kaos berlambang palu arit.(adji)

kaos berlambang palu arit.(adji)

JAKARTA (Pos Kota) – Barang bukti 10 kaos bertuliskan ‘Kreator At The Pulsek Ofa Kapitulation Live in East Berlin 1990’ yang memuat logo seperti palu arit, diamankan petugas Polsek Kebayoran Baru.

Kapolsek Kebayoran Baru, AKBP Ary Purwanto menuturkan bahwa kejadian berawal  Tim gabungan Ditresintel Polda Metro Jaya bersama Intel Kodam Jaya mengamankan pemilik toko yang menjual baju kaos bergambar palu arit Minggu (8/5) pukul 17:00 WIB. Gambar tersebut ditengarai sangat mirip dengan logo Partai Komunis Indonesia (PKI).

arit

Polisi mengamankan kaos berlambang palu arit.(adji)

Dari dua toko di Blok M Square, Toko More Shop, Lantai I dan Blok M Mall Lantai Atas, 62, Toko More Shop, Jalan Melawai Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dari keterangan, Anggi karyawan Toko More Shop Blok M Square lantai 1 Blok A No 29-30, kaos tersebut sudah ada sekitar 3 bulan semenjak ia bekerja di toko milik Mahdi Ismed. Kaos tersebut didapat dari Bandung dengan nama pembuat (pengirim) Sigit. “Mereka sudah berjualan pakaian tersebut selama satu tahun,” kata Kapolsek.

Diproduksi di Bandung

Dari keterangan dua saksi kaos diproduksi sebanyak lima lusin di Pabrik Saswoco, di Bandung, Jawa Barat pada Bulan Mei 2015. “Mereka mendapatkan gambar kaos tersebut desainnya 60 potong dari internet, dari salah satu cover album dari band Kreator aliran metal dari Jerman pada tahun 1990 Berlin,” ucapnya.

Harga kaos tersebut dijual sekira Rp 70 ribu untuk ukuran XL dan Rp 60 ribu ukuran M. Dari 60 kaos terjual tersisa 10 kaos. (Baca: Gara-Gara Jual Kaos, Pemilik Toko Diamankan)

Menurut Kapolsek jika ada produk melawan hukum di muka umu dengan lisan atau tulisan dan melalui media menyebarkan mengembangkan ajaran komunisme/Marxisme mengubah menggati Pancasila sebagai dasar negara bisa dikenakan Pasal 107a dan Huruf C UU RI No. 27 Tahun 1999 UU keamanan negara. “Belum ada yang kami amankan, kami hanya memeriksa saja,” kata Kapolsek.

Hingga kini toko tersebut masih buka dan beraktifitas. “Masih buka, kami tidak menyegel atau melarang,” papar AKBP Ary. (adji/win)