Wednesday, 16 October 2019

Dokter Diminta Lebih Memperhatikan Kesehatan Desa

Senin, 9 Mei 2016 — 14:35 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar meresmikan Desa Binaan Ikatan Alumni Kedokteran Unsyiah di Desa Blangtingkum, Kemukiman Leumbata, Kabupaten Aceh Besar, Aceh (tri)

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar meresmikan Desa Binaan Ikatan Alumni Kedokteran Unsyiah di Desa Blangtingkum, Kemukiman Leumbata, Kabupaten Aceh Besar, Aceh (tri)

JAKARTA (Pos Kota) – Perkumpulan dokter diminta untuk lebih perhatikan kesehatan desa. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT), Marwan Jafar mengatakan, peran serta dokter menurutnya dapat dilakukan melalui Posyandu, Polindes, dan Poliklinik di pedesaan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Marwan saat meresmikan pencanangan program desa binaan Ikatan Alumni Kedokteran Universitas Syiah Kuala (IAKU) di Desa Blangtingkeum Kemukiman Lamteuba Kecamatan Seulimum Kabupaten Aceh Besar, Minggu (8/5).

“Kami tentu mengapresiasi program IAKU, karena ini adalah upaya untuk membangun desa-desa kita. Terimakasih telah membantu mengembangkan desa dengan menggagas desa binaan ini,” ujar Marwan dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/5).

Menteri Marwan mengatakan, kerjasama antara IAKU dan masyarakat dapat dijalankan dengan memanfaatkan dana desa. Di mana, dana desa tahun ini meningkat 125 persen dari sebelumnya yakni dari Rp20,7 Triliun menjadi Rp46,9 Triliun.

DANA

Sehingga dengan dana tersebut,masing-masing desa akan mendapatkan dana minimal Rp600 juta per desa. “Dengan dana desa, kita bisa bangun sesuatu. Bisa dibangun jalan, atau irigasi agar sawah-sawah teraliri air dengan maksimal. Atau bisa disatukan dengan program relevan dengan kedokteran, misalnya dengan mengembangkan Posyandu,” ujarnya.

Dana yang masuk ke desa lanjutnya, juga datang dari kementerian lain. Belum lagi alokasi dana desa (ADD) yang dialokasikan dari kabupaten.
“Masing-masibg desa di Aceh besar dapat ADD Rp400 juta – Rp500 juta per desa. Jika ditambah dana desa yang jumlahnya Rp600 juta hingga Rp700 juta, satu desa di Aceh Besar akan mendapatkan dana Rp1 Miliar lebih,” ujarnya

Ketua IAKU, Nasrul Musadir mengatakan, IAKU tergabung dari 2.851 alumni yang berdiri sejak Tahun
1994. IAKU dalam hal ini, ingin menjadi sebuah kekuatan bagi bangsa dan masyarakat yang memiliki daya juang tinggi untuk masyarakat.

Menurutnya, IAKU memiliki Tri Bhakti alumni yakni pertama, bhakti terhadap alamamater, bhakti kepada masyarakat Indonesia, dan bhakti kepada keluarga besar alumni. “Program desa binaan ini adalah bukti bhakti kami yang ke tiga. Dalam 4 tahun ke depan, kami akan bekerjasama dengan kawasan Lamteuba. Lamteuba punya potensi yang luar biasa, hanya perlu sentuhan,” ujarnya.

(tri/sir)