Wednesday, 16 October 2019

Pemilihan Presiden, Filipina Perketat Keamanan

Senin, 9 Mei 2016 — 9:11 WIB
Pendukung  kandidat presiden Rodrigo Duterte saat kampanye. (reuters)

Pendukung kandidat presiden Rodrigo Duterte saat kampanye. (reuters)

FILIPINA  – Hari ini, Senin (9/5), lebih dari 54 juta penduduk Filipina memberikan suara untuk pemilihan presiden dan juga kepala daerah. Berhubungan dengan situasi yang memanas sejak kemarin, polisi pun memperketat keamanan dengan menurunkan 100 ribu personelnya.

Dilaporkan bbc.com lima kandidat akan bertarung berebut suara untuk menuju kursi kepresidenan, yaitu Rodrigo Duterte, Mar Roxas, Jejomar Binay, Grace Poe dan Miriam Defensor-Santiago. Selain itu, lebih dari 45.000 kandidat lainnya memperebutkan 18.000 kursi pejabat tinggi, termasuk kursi kongres.

Presiden Filipina saat ini, Benigno Aquino, berharap Rodrigo Duterte tidak memenangkan pemilihan. Ia menghimbau masyarakat Filipina dapat lebih pintar dalam menentukan pilihan.

“Saya butuh bantuan Anda untuk menghentikan kembalinya teror di tanah kami. Saya tidak bisa melakukannya sendiri,” ucap Aquino saat berbicara mengenai Duterte.

Namun, jajak pendapat memperlihatkan Duterte unggul sementara. Padahal menurut beberapa pihak, wali kota Davao City, Filipina selatan tersebut bersikap otoriter.

Pesta politik di Filipina memang dikenal selalu diwarnai kekerasan. Dan pada masa kampanye tahun ini, sedikitnya 15 orang tewas dengan korban terakhir adalah Armando Ceballos, seorang calon independen untuk wali kota Lantapan, Filipina selatan, yang dibunuh sekelompok pria bersenjata, Sabtu (7/5). (embun)