Friday, 18 October 2019

Modus Baru Kawin Kontrak Pria Timur-Tengah di Jalur Puncak

Selasa, 10 Mei 2016 — 17:12 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

BOGOR (Pos Kota) – Membawa keluarga saat wisata ke Puncak, Bogor, merupakan modus baru wisatawan Timur Tengah.  Mereka membawa keluarga, tapi kaum prianya, ditengarai masih  sempat menikmati kawin kontrak dengan wanita lokal di jalur Puncak.

Gaya baru ini dilakukan kaum pria asal negara-negara petro dolar, karena pemberitaan seputar kawin kontrak dengan wanita lokal di kawasan wisata berhawa sejuk ini, selalu mengundang penasaran mereka.

Seiring ramainya pemberitaan, kini pria asal negara petro dollar datang bersama istri dan anak sebagai wisatawan, dari sebelumnya  seorang diri atau bersama rekannya. Modus pria Timur Tengah ini berubah, diduga untuk menghindari razia rutin yang dilakukan pihak Imigrasi.

Menurut informasi, walau datang bersama keluarga, namun tak menutup peluang bagi pria Timur Tengah ini, untuk melakukan hubungan kawin kontrak dengan wanita lokal.

Seorang warga Kota Bunga Cipanas bercerita, jika satu pria Timur Tengah sekarang bisa menyewa dua kamar sekaligus saat berada di puncak. “Jadi dua kamar sekaligus di sewa, dengan tujuan satu untuk istri dan anak-anaknya. Sedangkan satu lagi untuk wanita lokal yang dinikahi secara kontrak,” kata seorang petugas Kota Bunga Cipanas.

Untuk bisa bertemu wanita lokal yang menjadi simpanannya untuk waktu tertentu selama berada di Indonesia, pria Timur Tengah ini selalu pamit ke istrinya, jika hendak bertemu temannya.

“Mereka datang dari negaranya sana sama-sama keluarga. Namun setelah di Puncak, mereka berpencar tinggal. Karena berpencar tinggal ini, mereka bisa pamit ke istri dengan alasan bertemu teman.  Begitu keluar, mereka ke tempat atau kamar yang mereka sewa yang ditempati wanita lokal yang dinikahi untuk waktu tertentu,” papar sumber ini.

Modus baru wisatawan Timur Tengah ini sudah lama berlangsung, namun belum terdeteksi pihak Imigrasi maupun pihak kramanan.

Ada Bantahan

Terkait informasi ini, Bowi 46, tokoh pemuda puncak membantahnya. Bowi mengatakan, isu itu sengaja dihembuskan pengelola Kota Bunga Cipanas, agar wisatawan tidak lagi berkunjung ke puncak. Bowi membantah soal kawin kontrak yang disebut-sebut modus baru itu.

“Itu tidak benar. Issu itu di hembuskan orang Cipanas. Harapannya, agar wisatawan Timur Tengah tidak lagi ke puncak,”kata Bowi Selasa (10/5) siang.

Menurut Bowi yang juga ketua salah satu Ormas ini, warga Timur Tengah merupakan wisatawan terbanyak yang berwisata ke kawasan dengan udara sejuk ini.

“Kedatangan wisatawan Timur Tengah menguntungkan warga setempat. Mereka ingin makan kambing guling, warga sediakan. Mau makan sayuran atau lainnya, warga menyiapkan. Kalau mereka mau jalan-jalan, mobil warga di sini disewakan. Jadi, kita harus obyektif menilai kehadiran wisatawan Timur Tengah,” paparnya. (yopi/win)

  • Ujang Ciawi

    Anas Ibnu Malik Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu
    ‘alaihi wa Sallam memerintahkan kami berkeluarga dan sangat melarang
    kami membujang. Beliau bersabda: “Nikahilah perempuan yang subur dan
    penyayang, sebab dengan jumlahmu yang banyak aku akan berbangga di
    hadapan para Nabi pada hari kiamat.” Riwayat Ahmad. Hadits shahih
    menurut Ibnu Hibban.