Wednesday, 20 November 2019

Presiden TAFISA Temui Menpora

Selasa, 10 Mei 2016 — 9:53 WIB
Menpora bersama JU-Ho Chang  (rizal)

Menpora bersama JU-Ho Chang (rizal)

JAKARTA (Pos Kota) – Menpora Imam Nahrawi didampingi Sesmenpora Alfitra Salam, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S. Dewabroto, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, menerima kunjungan audiensi dari Presiden TAFISA Ju-Ho Chang dan Ketua Pelaksana TAFISA Hayono Isman di ruang kerjanya lantai 10 Kantor Menpora Senayan, Jakarta.

Usai melakukan pertemuan, Menpora bersama JU-Ho Chang melakukan konfrensi pers terkait jelang pelaksanaan Tafisa 2016 di Jakarta.

Dalam kesempatan itu Hayono menyampaikan laporannya usai mengantarkan Presiden TAFISA bersama romobongan diterima beberapa pejabat negara.

“Sebagian besar peserta dari berbagai negara menanyakan satu hal tentang kegiatan ini yakni, keamanan Jakarta, tetapi dengan tegas Wapres Jusuf Kalla menyampaikan bahwa Jakarta sangat aman dan lebih aman dari banyak kota di dunia,” ucap Hayono menyampaikan.

“Beliau sebelumnya telah meninjau berbagai venues di Ancol, rumah sakit dan lain tempat hingga akomodasinya dari hotel bintang 4 dan bintang 2 telah ditinjau hingga yang terakhir adalah Car Free Day di Jalan MH Thamrin, beliau terkesan dengan Car Free Day,” lanjutnya.

“Kedatangn saya ke Jakarta untuk memastikan persiapan Jakarta menjadi tuan rumah TAFISA 2016 beberapa poin penting telah kami rangkum untuk suksesnya penyelenggaraan ini, sejak disini beberapa hari lalu saya telah meninjau dan diterima dengan baik di Jakarta, saya yakin dan percaya TAFISA 2016 di Jakarta akan sukses,” ujar Presiden TAFISA Ju-Ho Chang.

TUAN RUMAH

Kedatangan Presiden TAFISA menurut Menpora menjadi kabar baik Indonesia dan Jakarta untuk lebih serius menjadi tuan rumah TAFISA 2016. “Bagi kami TAFISA bukan semata-mata penyelenggaraan olahraga rekreasi tetapi semua mata dunia harus memastikan bahwa Indonesia adalah negara aman, nyaman, cantik dan indah dan memberikan kenangan yang baik sehingga yang datang ke Indonesia pasti akan datang kembali,” respon Menpora menanggapi.

“Pekerjaan menyongsong TAFISA bukan semata sukses pembukaan dan penutupan melainkan agar kita bekerja dengan hati memberikan kenangan manis bagi seluruh tamu agung kita dari 110 negara, kami akan memperkuat kembali koordinasi kami terkait semua persiapan ini agar tidak ada celah bagi isu Jakarta tidak aman melainkan sebaliknya dan selalu aman dan akan aman terus,” katanya.

(rizal/sir)