Thursday, 12 December 2019

Banyak Bangunan Tak Berizin, Perbaikan Saluran Air Dikebut

Kamis, 19 Mei 2016 — 20:05 WIB
Perbaikan saluran air di Rawa Bunga, Jakarta Timur. (ifand)

Perbaikan saluran air di Rawa Bunga, Jakarta Timur. (ifand)

JAKARTA (Pos Kota) – Perbaikan saluran air sepanjang 170 meter di Jalan Bekasi Barat Dalam RW 01 Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Utara, dikebut Suku Dinas Tata Air Jakarta Timur. Hal itu dilakukan karena sebelumnya kawasan yang belum lama ditertibkan itu telah berdiri kembali puluhan bangunan tak berizin.

Kasudin Tata Air Jakarta Timur, Ahmad Yazied Bustomi, mengatakan pembangunan saluran air itu sendiri sudah dilakukan sejak awal pekan lalu. “Pokoknya habis ditertibkan pada 10 Mei lalu, kami langsung bergerak untuk mengembalikan fungsi saluran air,” katanya, Kamis (10/5/2016).

Menurut Yazied, pengembalian saluran air itu sendiri dilakukan karena sejak di dirikannya bangunan dikawasan tersebut, saluran air yang ada tak berfungsi. Bahkan, saluran yang ada itu bisa dikatakan “mati” karena sama sekali tak berfungsi. “Bangunan yang ada sudah hampir belasan tahun. Makanya begitu ditertibkan langsung kami kembalikan fungsinya,” ujarnya.

Untuk pengembalian saluran air itu sendiri, kata Yazied, pihaknya harus membongkar ulang saluran sepanjang 170 meter. Dimana sudin Tata Air Jakarta Timur, ibaratnya seperti membuat saluran baru dikawasan tersebut. “Nantinya disitu akan dipasangkan U-lite dan ada bak kontrolnya agar mudah dibersihkan,” papar Yazied.

Sementara itu, Lurah Rawa Bunga, Agustinah mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan sudin tata air Jakarta Timur. Pasalnya, pasca dilakukan penertiban, pengembalian fungsi saluran air langsung digerakan. “Karena dengan langkah itu bisa membuat wilayah itu menjadi semakin asri,” ujarnya.

Dikatakan Agustinah, usai dilakukan perbaikan saluran air, pihaknya juga sudah bersurat ke sudin Bina Marga Jakarta Timur untuk perbaikan jalan. Pasalnya, jalan yang ada rusak karena sebelumnya didirikan puluhan bangunan. “Jadi sebelumnya jalan selebar 8 meter. Cuma karena banyak bangunan jadi sisa 3 meter dan saat ini kondisinya rusak,” ungkap lurah. (ifand)