Friday, 22 November 2019

BPK dan KPPU Incar Pengusaha Curang dan Praktek Monopoli

Selasa, 24 Mei 2016 — 13:16 WIB
bpk-rinaldi

JAKARTA (Pos Kota) – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengincar praktek monopoli dan persaingan tidak sehat antarpelaku usaha domestik melalui penandatanganan kerjasama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Namun, nota kesepahaman (MoU) itu belum menyentuh pelaku usaha asing yang berbuat serupa di Indonesia.

Karenanya Ketua BPK, Harry Azhar Azis, mengakui instansinya selama ini belum optimal melakukan koordinasi dan kerjasama dengan KPPU kendati sama-sama lembaga negara. Sehingga pemeriksaan BPK terkait indikasi kolusi dan persaingan usaha tidak sehat belum sepenuhnya terinformasikan ke KPPU untuk ditindaklanjuti.

“Kerjasama BPK dan KPPU ini sebagai realisasi pengoptimalan kinerja, yang pada gilirannya bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan mewujudkan iklim usaha yang kondusif dan persaingan usaha yang sehat antarpelaku usaha,” ujar politikus Golkar dalam pidato penandatanganan MoU itu didampingi Anggota II BPK Agus Joko Pramono di kantornya Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (24/5).

Namun demikian MoU itu tidak berlaku bagi pelaku usaha asing, kendati diakuinya dalam era globalisasi kini persaingan usaha sehat merupakan hal penting yang harus dapat diciptakan oleh suatu negara untuk bisa membangun iklim usaha dan investasi yang positif.

Hal senada diungkap Ketua KPPU, Syarkawi Rauf. Katanya, sinergitas KPPU dan BPK bertujuan meminimalisir praktek monopoli sekaligus usaha curang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Kerjasama ini diharapkan mampu mendongkrak peningkatan laju ekonomi 5-7persen, yang mendukung program Presiden Joko Widodo,” ujarnya kepada wartawan. (rinaldi/win)