Friday, 06 December 2019

Ada Tiga Penyebab Harga Sembako Naik Jelang Puasa

Sabtu, 28 Mei 2016 — 6:33 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Menjelang Ramadhan harga bahan pangan dan sayuran di pasaran ibukota meroket. Bahkan daging sapi tembus hingga harga Rp130 ribu perkilogram.

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia, Abdullah Mansuri mengatakan harga bahan pangan dan sembako di pasar tradisional masih tinggi, seperti harga bawang merah, bawang putih, daging sapi, cabai, telur, minyak goreng, dan komoditas lainnya.

“Bawang merah memang turun sedikit Rp 500 per kilogram (Kg) menjadi kisaran Rp 38 ribu-Rp 45 ribu per kg. Tapi bawang putih justru melonjak sampai Rp 7 ribu dari harga sebelumnya Rp 35‎ ribu menjadi Rp 42 ribu per kg,” ungkap Abdullah, kemarin.

‎Harga cabai rawit merah masih stabil di kisaran Rp 30 ribu-Rp 35 ribu per kg, harga jual telur masih Rp 20 ribu-Rp 22 ribu per kg. Sedangkan harga minyak goreng naik Rp 500-Rp 1.000 per kg dengan harga Rp 12 ribu sampai dengan Rp 13 ribu per kg. “Paling parah daging sapi naiknya sudah Rp 10 ribu per kg dari harga sebelumnya Rp 120 ribu per Kg menjadi Rp 130 ribu setiap kilonya sekarang ini,” jelasnya.

Mansuri menduga, kenaikan harga ini disebabkan tiga faktor. Pertama, masalah pasokan dan permintaan. Kedua, ada unsur kesengajaan atau penimbunan dari beberapa pihak karena pasokan cukup namun barang di pasar kurang. Faktor ketiga, terjadi penimbunan pribadi yang dilakukan masyarakat karena ada kepanikan.

“Kayak bawang putih harganya melonjak signifikan karena selain impor, juga ada permainan. Juga masyarakat borong sembako lebih banyak, takut harga makin naik dan barang kosong, jadi ditimbun pribadi karena panik,” tegasnya.

Mansuri mengimbau kepada pemerintah agak segera melakukan intervensi pasar dalam rangka stabilisasi harga saat puasa dan Lebaran. Jika tidak, dia khawatir akan terjadi kenaikan harga lebih parah di 3 hari menjelang Lebaran, di mana saat puncak harga terjadi.

“Kalau tidak diredam harganya, kami khawatir di 3 hari menjelang Lebaran saat puncak harga, akan terjadi kenaikan harga ‎gila-gilaan. Harus segera intervensi pasar, jangan lama-lama disimpan di gudang Bulog misalnya, harus segera dilempar lewat operasi pasar secara besar-besaran,” saran Mansuri.

Hadibowo, 50, pedagang daging sapi di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengatakan harga daging sapi naik Rp 10 ribu dari sebelumnya Rp 110 ribu per kg menjadi Rp 120 ribu per kg.

Kenaikan tersebut disebabkan oleh tingginya harga di tingkat pemotongan yang saat ini mencapai Rp 105 ribu per kg. “Belanjaan dari potongan naik, biasanya memang mau puasa,” kata Hadiwibowo.

Dia bahkan mengatakan harga daging sapi diperkirakan mencapai Rp 140 ribu per kg menjelang puasa (H-3 dan H-2). Pasalnya, ada kecenderungan masyarakat menyajikan makanan yang enak pada awal puasa. “‎Pasti dari jagal naik, buka puasa pertama yang enak-enak,” pungkasnya.(guruh)

  • endun

    kita akan jungkir balikkan harga, kalau tidak bisa, kita akan jungkir balik xixixixi….

  • H. LING LUNG

    Jokowi sdh “minta” jungkir balikan harga menjelang lebaran dan pada saat lebaran, kok ya harga belum turun juga mintanya kepada siapa ? Kepada Mentri terkait ?, paling solusinya import, kalo minta kepada Pedagang agak sulit bisa jadi modal mereka lebih tinggi dari harga yg diminta bisa2 rugi.

  • Ismu Hidayat

    Komoditi semuanya harus pemerintah yang pegang…baru harga2 terkendali..pedagang2 nanti bisa di kontrol..siapa yg jual harga tinggi langsung di tangkap…di hukum se berat2 nya….seperti teroris..tetapi ini teroris ekonomi….sama dengan koruptor…!