Tuesday, 12 November 2019

Kendalikan Harga Daging Sapi

Selasa, 31 Mei 2016 — 5:27 WIB

HARGA daging sapi di pasaran belum juga turun, sebaliknya terus bergerak naik hingga ke level Rp130 ribu/Kg. Tingginya harga daging sapi sulit ditanggulangi, terutama menjelang bulan Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru.

Presiden Jokowi sudah berjanji akan menekan harga daging hingga ke titik Rp80 ribu/Kg. Berbagai cara dilakukan, salah satunya meluncurkan KM Camara Nusantara, kapal khusus pengangkut ternak yang telah beroperasi sejak Desember 2015. Tujuannya, melancarkan distribusi sapi potong dan menekan harga daging sapi.

Hingga kini sudah sekitar 3.000 ekor sapi diangkut kapal ini dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Tapi realitanya harga daging tidak bisa dikendalikan.
Pemerintah pun kini ‘menyerah’ dan akhirnya membuka kran impor daging sapi beku sebanyak 10.000 ton. Tidak ada penjelasan dari pemerintah, mengapa harga daging tidak terkendali.

Begitu sulitnya pemerintah mengendalikan harga hingga menimbulkan berbagai spekluasi. Ada dua pihak yang dituding bermain. Pertama, kartel yang disinyalir menguasai rantai pemasaran dari hulu hingga hilir, mulai dari peternak hingga sapi sampai di pemotongan. Ini bisa terjadi karena instansi terkait seperti Kementerian Pertanian, Kemendag maupun Bulog tidak bisa mengamankan distribusi hingga peternak terpaksa menjual sapi ke lingkaran mafia.

Kedua, mafia importir daging yang menciptakan situasi seolah pasokan di dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan dan pemerintah ‘dipaksa’ menambah impor. Data tentang ketersediaan sapi dan kebutuhan di dalam negeri akurasinya diragukan karena setiap instansi berbeda.
Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) pernah mempertanyakan data statistik sensus ternak yang belum mencerminkan data sesungguhnya. Situasi ini bisa jadi celah bagi importir nakal guna menambah kuota impor.

Pada rapat koordinasi terbatas (rakortas) lintas instansi Januari 2016 di Kantor Kemenko Perekonomian, kebutuhan daging sapi tahun ini tercatat 674.690 ton, dan 441.761 ton di antaranya bisa dipenuhi di dalam negeri. Potensi sapi siap potong tercatat 2.132.338 ekor baik untuk memenuhi kebutuhan daging maupun kebutuhan sapi jantan. Pemerintah bahkan minta masyarakat tidak usah khawatir kekurangan pasokan daging.

Faktanya, kini harga daging menjulang tinggi membuat pedagang dan konsumen menjerit. Tahun lalu pedagang daging di berbagai kota mogok berjualan sebagai bentuk protes karena mahalnya harga daging membuat usaha mereka terpukul.

Pemerintah harus cepat melakukan langkah tepat guna mencegah gejolak yang mungkin terjadi. Lakukan intervensi harga dan beri jaminan stabilitas harga hingga Hari Raya Idul Fitri nanti. Publik juga menunggu gebrakan pemerintah melawan kartel yang menguasai rantai produksi daging di Indonesia. **