Thursday, 05 December 2019

Sudahlah, Jangan Asal Ngomong!

Selasa, 31 Mei 2016 — 6:02 WIB

NGOMONG memang gampang, apalagi kalau asal ngomong. Kata orang, asal ngejeplak! Tapi, banyak yang nggak sadar bahwa hasil omongannya itu bisa menyakitkan.

Coba saja dengar orang-orang yang pada berkomentar soal berbagai masalah yang terjadi belakangan ini.

Tengok saja kasus kekerasan seksual pada wanita yang pelakunya sebagian anak-anak belia.
Mereka, katanya, menjadi liar, keluyuran nggak karuan. Nggak sekolah, dan nongkrong di mana-mana, mengganggu orang lain. Bisa saja melakukan kejahatan memeras, memalak, membegal, dan memperkosa sampai membunuh.

“ Ini salah orang tua!” kata seorang pejabat. Orang tua yang dimaksud adalah ayah ibu dari para pelaku.” Orang tua mereka setiap hari sibuk bekerja di kebun,” katanya.
Lalu yang lain pun berkomentar, “ Lha, kalau orang tua nggak kerja, mau makan apa? Mereka kan harus menghidupi keluarganya?”

Rakyat banyak pun ikutan ngomong,” Emang di rumah aja mau dapat apa. Dapat bantuan raskin? Kan harus dibeli?”

“ Nih, sekarang harga-harga meroket, bisa nggak turunin harga,” kata yang lain.
Hem, jadi semakin ruwet kan? Semua mau ikutan ngomong.

Niatnya sih mau menyelesaikan urusan. Tapi karena asal ngomong jadi malah menambah urusan. Menambah perdebatan yang nggak karuan. Urusan bukan jadi lurus, tapi malah tambah ruwet!
Ya, kata syair lagu; Lidah memang tidak bertulang! Tak terbatas kata-kata, meluncur begitu saja.

Syukur kalau itu kata-kata yang menyejukan. Terutama dari pejabat yang adil bijaksana yang tahu keinginan masyarakat banyak. Apa itu? Ya, berikan hidup aman dan nyaman, dengan keamanan terjamin, tidak ada kekerasan. Jalan malam tidak takut begal, petampok. Bekerja nyaman, karena penghasilan bisa buat beli kebutuhan hidup yang terjangkau.

Sudahlah, wahai para pejabat, jangan pada ribut sendiri, saling salah menyalahkan, ngomong yang nggak karuan. Bikin pusing, tau?! -massoes