Saturday, 19 October 2019

Saweran Nitizen Rp176 Juta, Kasatpol PP: Orang Bersedekah Kok Dikomentari

Minggu, 12 Juni 2016 — 11:22 WIB
Istimewa.

Istimewa.

SERANG (Pos Kota) – Seorang ibu penjaja makanan di warung Tegal (warteg) yang kena razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menuai simpati. Komika bernama Dwika Putra yang menggalang dana lewat akun twitternya. Akhirnya, dana saweran para nitizen hingga Minggu (12/7) terkumpul sejumlah Rp 176 juta lebih.

Menanggapi adanya dana saweran dari para nitezen tersebut, Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Kota Serang, Maman Luthfi mengatakan bahwa selaku penegak Perda, pihaknya sudah melakukan tindakan sesuai tahapan. Maman pun tidak mempersoalkan soal donasi yang dikumpulkan untuk ibu pedagang yang terkena razia karena berdagang di pagi hari pada bulan Ramadhan.

“Saya tidak mempermasalahkan soal donasi itu. Masa orang mau bersedekah kita komentari,” ungkap Maman Lutfhi dikonfirmasi melalui telepon, Minggu (12/6).

Satu hal, menurut Lutfi, dalam melaksanakan Perda, pihaknya sudah melakukan sesuai aturan dan tahapan. Pengakuan pedagang belum menerima surat edaran larangan tersebut alasan klise. Dalam menegakan aturan buka usaha warung makan di bulan ramadhan ini, Maman menegaskan tidak tebang pilih. Semua rumah makan tidak dipekenakan buka usaha hingga pukul 16.00.

“Surat edaran sudah kami sebarkan sebelum Ramadhan, bahkan kita tempel bahkan dilepas oleh pemilik warung. Itu akal-akalan pedagang saja ngaku tidak dapat surat edaran,” tegas Maman.

Maman menuturkan, sesuai tahapan setelah melakukan pemberitahuan dan razia, pihaknya sudah memberitahu pada pedagang yang barang dagangannya disita, ditunggu di kantor untuk mengambil barang dagangannya.

“Kita kembali dagangan pada pedagang yang datang. Tapi sebelumnya kita lakukan pendataan dan pembinaan. Nanti kalau masih bandel, pasti akan terkena hukuman tipiring,” tegas Maman.

(haryono/sir)

  • Termiskin Didunia

    Kalo satpol PP razia wajar aja… semoga aja orang yang beramal dengan nyawer buat penjual warteg dapat pahala… jangan sampe dah beramal malah berdosa… karena jelas yg ditolong bersalah jualan di siang hari