Saturday, 19 October 2019

Razia Warteg, Petugas Satpol PP Bakal Kena Sanksi

Senin, 13 Juni 2016 — 7:20 WIB
Saeni, 53, ibu penjual makanan warung Tegal yang kena razia.

Saeni, 53, ibu penjual makanan warung Tegal yang kena razia.

SERANG (Pos Kota) – Heboh soal razia pedagang warung tegal (warteg) oleh Satuan Pol PP Kota Serang, membuat Walikota Serang Tb Haerul Jaman angkat bicara. Hanya saja, adik tiri Ratu Atut Chosiyah ini tidak memberikan pembelaan terhadap anggotanya dalam menegakan Peraturan Daerah (Perda). Jaman menyebut telah terjadi kesalahan prosedur dalam penertiban warung makan oleh petugas Satpol PP.

“Seharusnya pihak Sat Pol PP tidak melakukan tindakan yang merugikan pedagang saat razia warung makan dalam menegakan perda Kota Serang Nomor 2 tahun 2010 tersebut,” ungkap Walikota kepada wartawan saat buka puasa bersama di Masjid Agung At Tsauroh, Kota Serang, Minggu (12/6) malam.

Menurut Walikota, petugas Sat Pol PP semestinya hanya menegur atau maksimal menyuruh pemilik warung nasi untuk menutup daganganya, karena sudah menyalahi aturan Perda yang sudah dibuat Pemerinta Kota Serang. Yakni seluruh warung makan dan restoran dilarang buka mulai pulul 04.00 hingga 16.00 selama bulan suci Ramadhan.

“Mestinya dilakukan dengan cara persuasif dan tutup paksa. Jangan diangkut dagangannya,” kata Jaman.

Atas tindakan personilnya itu, dirinya berjanji akan memberikan sanksi sesuai tingkat pelanggaran kepada pimpinan Satpol PP atas tindakannya itu. Meski demikian, lanjut Jaman, pihaknya tidak akan mencabut Perda Nomor 2 Tahun 2010 terkait Penyakit Masyarakat yang didalamnya mengatur jam buka rumah makan saat bulan puasa.

“Perda ini tetap akan kita laksanakan sesuai aspirasi dari masyarakat dan tokoh serta alim ulama Kota Serang,” tegas Jaman.

(Baca: Saeni Penjual Warteg, Ngaku Belum Terima Uang Saweran Nitizen)

Seperti diketahui, petugas Satpol PP Kota Serang pada Rabu (8/6/2016), melakukan razia warung makan dan restoran yang buka pada jam terlarang. Karena kedapatan membadel, sejumlah warung makan dirazia, tak terkecuali warteg milik Saeni (53), di lingkungan Pasar Induk Rawu. Belakang razia pedagang ini heboh karena salah satu netizen melalui twitter melakukan penggalangan dana untuk membantu Saeni.

Terkait ada anggapan miring di masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang mendukung tindakan petugas Satol PP Kota Serang itu.

“Itu bukan arogan, itu justru tegas. Penegakan hukum memang harus begitu. Kasihan juga orang yang sedang berpuasa tapi justru terganggu oleh ulah oknum pedagang yang mungkin juga adalah umat Islam sendiri,” tutup Amas Tadjudin, Sekretaris MUI Kota Serang. (haryono)

  • endun

    begini ya pak mui, aku juga suka sedih kog kalau puasa terus lihat makanan, kayaknya kog enak gitu ya.. tapi ngomong2, gulai ayam sama sambal ijo dan nasi putih hangat itu enaaakk ya.. apalagi kalau dimakan siang-siang pas lapar, rasanya mak nyos gitu lho………………………….

  • NYINYIR

    KALO CEMEN ATAU CETEK IMAN LOE YA KY GINI LAH , JANGAN PUASA KALO GA KUAT LIAT MAKANAN DISIANG BOLONG , JUSTRU DIUJI IMAN LOE TONG LIAT MAKANAN /MINUMAN TAHAN GA IMAN LOE SPY GA NGILER

  • NYINYIR

    ANAK BUAH MA GA TAU APA2 CM NURUT PERINTAH ATASAN AJA , YG HARUS DIPECAT YA PARA ATASAN SATPOL PP ITU LAH YG KASIH PERINTAH BAWAHAN !! BERANI GA YA GIBERNUR BANTEN …???

  • Pengkor

    puasa itu ibadah pribadi masing2 orang jangan dipamerkan apalagi minta dihormati orang lain
    pemilik warung butuh uang untuk lebaran emang ada yang ngasih duit ???