Wednesday, 23 October 2019

Selama Ramadhan

FPI Banten Minta Satpol PP Terus Razia Warung Makan

Kamis, 16 Juni 2016 — 14:57 WIB
Front Pembela Islam mendukung penegakan Perda No 2/2016. Dukungan itu disampaikan saat ratusan massa FPI mendatangi kantor Satpol PP kota serang, kamis (16/6).

Front Pembela Islam mendukung penegakan Perda No 2/2016. Dukungan itu disampaikan saat ratusan massa FPI mendatangi kantor Satpol PP kota serang, kamis (16/6).

SERANG (Pos Kota) – Ratusan warga Front Pembela Islam (FPI) Banten mendatangi kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang di Jalan Ahmad Yani, Kamis (16/6/2016).

Bukan untuk memprotes, kedatangan massa ini untuk memberikan dukungan moril agar Satpol PP terus menjalankan syariat Islam yakni memberantas warung makan sepanjang bulan Ramadhan yang melanggar Perda No 2/2010.

“Kami mendorong Satpol PP untuk terus melakukan operasi tarhadap warung makan atau restoran yang melanggar surat edaran. Bahkan FPI sendiri siap mendampingi jika dibutuhkan,” tegas Fachrurozi, Ketua DPW FPI Banten kepada Kepala Satpol PP Kota Serang Maman Lutfhi.

Fachrurozi menyatakan, pemberitaan yag berlebihan mengenai razia warung nasi Ibu Saeni, telah menghancurkan syariat Islam di Banten, terutama di Kota Serang sebagai Kota Madani.

“Sejumlah media, kami melihat sudah memojokkan Satpol PP. Kami menyikapi bahwa Satpol PP Kota Serang tidak salah. Mereka itu melakukan razia karena prosedur dari perda, jadi jangan memojokkan Satpol PP,” ujar Fachrurozi.

Fachrurozi juga memberikan motivasi dan dukungan moril kepada jajaran Satpol PP Kota Serang, untuk tetap tegas menjalankan tugas menegakkan perda. “Kami berharap Satpol PP jangan berkecil hati, terus maju,” ucapnya.

Kepala Satpol PP Kota Serang, Maman Lutfi menyambut baik kedatangan massa dari warga FPI dan memberi apresiasi. Maman menjelaskan, persoalan warteg Saeni biarlah masyarakat yang menilai, sebab dirinya sudah bekerja sesuai aturan. Maman juga membeberkan pasal-pasal dimana Satpol PP mempunyai kewenangan untuk mengamankan barang bukti.

“Yang diberitakan selama ini, langkah yang kami lakukan ilegal tanpa dasar hukum menyita barang dagangan, padahal kami bekerja ada dasar hukumnya,” ungkap Maman.

(haryono/sir)

  • endun

    Hahaha… yang berani memaki-maki satpol pp serang beraninya cuma di internet, kagak berani muncul di darat. Bang FPI, kalau kunyuk2 medsos berani muncul langsung gebuk aje kepalanya, nggak usah pakai tanya-tanya.

  • fpi tai

    ngapain kumpulan tai ikut campur urusan diserang, bulan suci ramadhan lebih aman kalo ga ada kumpulan tai termasuk pendukungnya kaya yang komen dibawah, salah satu sampah juga

  • NYINYIR

    TAR LAGI JUGA NYANG SUKA DEMO2 ANARKIS PADE NYUNGSEP…… ! SEKARANG MAH MSH BISA DAH COZ P TITO LOM JD KAPOLRI SEH

  • Bly Irawan

    Maaf . . Hanya mau tanya . . Kalo restoran cepat saji kaya mc d atau kfc dirazia juga ga ??