Sunday, 17 November 2019

Tantangan Kapolri Mendatang

Sabtu, 18 Juni 2016 — 5:15 WIB

KEPUTUSAN Presiden Jokowi menunjuk Komjen Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri, wajib dihormati semua pihak. Jika mengacu bahwa pengangkatan Kapolri merupakan hak prerogatif presiden, tentunya tidak perlu lagi menimbulkan multitafsir, apalagi menjurus kepada kontroversi.

Memang tidak dapat dipungkiri, penunjukan Komjen Tito mengubah tradisi yang terjadi selama ini. Senioritas berdasarkan angkatan, tampaknya, tidak lagi menjadi dominan. Tak heran dikatakan demikian karena Komjen Tito melewati lima senior jenderal bintang dua dan bintang tiga di tubuh Polri.

Ada yang menilai keputusan Jokowi ini merupakan lompatan besar dalam menentukan pimpinan Polri, terkait senioritas, jika tidak disebut ‘potong generasi’.

Tapi di sisi lain, keputusan ini dinilai sebagai upaya meritokrasi terkait regenerasi di tubuh Polri. Artinya memberi tempat kepada yang terbaik, namun senioritas juga wajib menjadi pertimbangan dalam merit system yang mendasarkan kepada profesionalitas.

Meski begitu, kita meyakini keputusan Presiden telah mempertimbangkan berbagai aspek. Pilihan Presiden akan menjadi yang berbaik bagi Polri dan bagi kita semua.

Yang pasti tugas berat menghadang Kapolri mendatang. Ini tidak saja akibat kian meningkat dan beragamnya modus gangguan kamtibmas, yang menuntut kerja ekstra keras bagi jajaran Polri.
Bagi Komjen Tito Karnavian, tentu ada tugas tambahan yang tidak kalah beratnya , yakni meningkatkan soliditas internal Polri. Kami berkeyakinan Komjen Tito tetap akan membangun soliditas berdasarkan profesionalitas, tetapi tidak mengesampingkan adanya senioritas.

Dampak negatif karena adanya lompatan generasi dalam kepemimpinan Polri harus dicegah sehingga tidak menimbulkan gesekan internal. Begitu juga dampak psikologisnya.

Bagi rakyat, siapa pun yang menjabat Kapolri tidak begitu mempersoalkan. Yang penting bagaimana Polri makin profesional memberikan pengayoman, perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Polisi makin menjadi sahabat rakyat. (*).

Terbaru

Kebakaran di ruko Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat. (dwi)
Minggu, 17/11/2019 — 17:33 WIB
Ruko di Jalan Gajah Mada Kebakaran
Ilustrasi
Minggu, 17/11/2019 — 16:55 WIB
Tahun Ini, Ada 1.491 Janda-Duda di Purwakarta
Komisi III Fraksi NasDem, Taufik Basari (rizal)
Minggu, 17/11/2019 — 16:51 WIB
DPR Dukung Wacana Menko Polhukam Hidupkan KKR