Thursday, 21 November 2019

Bila Maju Pilkada DKI, Ahok dan Djarot Harus Cuti

Rabu, 22 Juni 2016 — 7:07 WIB
Ahok dan Djarot

Ahok dan Djarot

JAKARTA (Pos Kota) – Kursi kepemimpinan Pemprov DKI bakal kosong pada periode Oktober 2016 hingga Februari 2017. Ini menyusul berlangsungnya masa kampanye Pilkada DKI 2017.

Kekosongan kursi gubernur dan wakil gubernur terjadi bila Gubernur Ahok dan Wakil Gubernur (Wagub) Djarot Saiful Hidayat, dipastikan menjadi calon gubernur maupun wakil gubernur untuk periode berikutnya.

“Wajib, begitu petahana sudah ditetapkan sebagai calon, saat masa kampanye harus mengajukan cuti di luar tanggungan negara,” tegas Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI, Sumarno, Selasa (21/6).

Ia mencontohkan, jika Ahok dengan Djarot telah ditetapkan sebagai calon gubernur oleh KPU, maka mereka harus mengambil cuti. Masa kampanye itu mulai dari 26 Oktober 2016 hingga 11 Feruari 2017.

“Aturan yang dulu, petahana wajib cuti jika ingin berkampanye. Jika tidak kampanye, ya enggak usah cuti. Tapi sekarang sejak petahana ditetapkan calon oleh KPU, harus mengajukan cuti 26 Oktober sampai 11 Februari, selama empat bulan,” kata Sumarno.

Ahok sebelumnya menegaskan tidak akan mengambil cuti kampanye. Hanya saja, lanjut Sumarno, Ahok tetap harus mengambil cuti.

Aturan baru terkait cuti kampanye ini diatur berdasar Revisi UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada. Revisi UU Pilkada itu sudah disahkan oleh DPR RI.

“Ketentuan wajib cuti kampanye itu diatur UU, bukan KPU yang mengatur. UU yang baru kemarin disahkan itu belum dinomori oleh DPR. Klausul tentang cuti kampanye ada di Pasal 70,” papar Sumarno.(guruh)