Tuesday, 19 November 2019

DKI Buka Akses Pendaftaran Khusus JKN Untuk Bayi Baru Lahir.

Rabu, 22 Juni 2016 — 18:44 WIB
Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris (ist)

Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Mempermudah proses pendaftaran bayi peserta JKN kelompok Penerima Bantuan Iur (PBI), BPJS Kesehatan gandeng Pemprov DKI Jakarta luncurkan akses pendaftaran khusus. Kerjasama tersebut ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok)  dengan Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris Rabu (22/6).

“Kerjasama ini memungkinkan bayi-bayi dari keluarga peserta JKN bisa langsung didaftarkan ke sistem JKN dengan cepat,” jelas Fachmi Idris.

Dengan kerjasama ini lanjut Fachmi maka  peserta PBI APBN maupun APBD dapat mendaftarkan bayinya yang baru lahir melalui rumah sakit. Dalam pelaksanaannya, RS Koja Jakarta Utara ditunjuk Pemprov DKI Jakarta sebagai rumah sakit pertama yang mengimplementasikan layanan pendaftaran khusus tersebut.

Tehnis pelaksanaannya, RS Koja akan mengumpulkan data peserta PBI berupa KTP, KK, dan Buku Nikah untuk memproses Surat Keterangan Lahir bayi peserta PBI tersebut. Selanjutnya, melalui layanan berbasis web, data-data tersebut diserahkan pihak rumah sakit kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk dilakukan perubahan data (penambahan anggota keluarga di Kartu Keluarga).

Kemudian Disdukcapil mengirimkan data tersebut kepada BPJS Kesehatan secara online untuk diverifikasi lebih lanjut. Jika lolos verifikasi, maka BPJS Kesehatan akan menyimpan data tersebut di masterfile kepesertaan.

Terakhir, BPJS Kesehatan akan mengirimkan notifikasi email kepada BPJS Kesehatan Center yang terdapat di RS Koja. Adapun notifikasi email tersebut memuat E-ID atau Kartu Peserta, bayi peserta PBI yang siap dicetak dan dipergunakan dalam memperoleh pelayanan kesehatan.
Selain dilakukan secara online, proses pendaftaran peserta bayi baru lahir PBI tersebut juga dapat dilakukan secara offline, yaitu dengan melibatkan peran Kantor Cabang setempat. Hampir sama dengan proses pendaftaran online, RS Koja bertugas menyampaikan data peserta PBI (KTP, KK, dan Buku Nikah) ke Disdukcapil untuk dilakukan perubahan data.

Menurut Fachmi penerapan mekanisme pendaftaran tersebut membuktikan Pemprov DKI Jakarta betul-betul memperhatikan kebutuhan masyarakat, khususnya peserta PBI.

Harapannya ke depannya, Fasilitas Kesehatan lain baik rumah sakit maupun Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas, Klinik, atau Dokter Pratek Perorangan lain dapat mengikuti jejak RSUD Koja terkait implementasi mekanisme tersebut demi memudahkan peserta PBI yang akan mendaftarkan bayinya. (faisa/win)