Sunday, 15 December 2019

Obat Kuat Ilegal Bikin Serangan Jantung

Rabu, 22 Juni 2016 — 1:13 WIB
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Dharma Pongrekun menunjukan barang bukti obat kuat ilegal hasil tangkapannya.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Dharma Pongrekun menunjukan barang bukti obat kuat ilegal hasil tangkapannya.

TANGERANG (Pos Kota) – Pelanggan obat kuat mesti waspada, bisa saja obat yang dibeli palsu dan berbahaya. Mabes Polri menemukan ribuan obat kuat ‘abal-abal’ di Komplek Pergudangan Surya Balaraja, Kabupaten Tangerang, Selasa (21/6).

Pabrik obat palsu digerebek setelah banyak laporan masyarakat tentang pil palsu. Ribuan butir obat kuat siap edar disita dari dalam pabrik. Polisi juga mengamankan Rudi, pemilik CV Witaradia, serta Roni, pengelola.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Dharma Pongrekun mengatakan, meski baru satu bulan beroperasi, pemilik pabrik telah mengedarkan obat dan jamu kuat hasil produksinya itu ke berbagai pelosok di Indonesia.
(BACA : Mabes Polri Gerebek Pabrik Obat Kuat Ilegal di Tangerang)

“Sebelum pindah ke Balaraja, pemilik pabrik telah memproduksi obat kuat ilegal di Semarang, Jawa Tengah,” kata Brigjen Dharma Pongrekun di lokasi kejadian.

TAK SESUAI STANDAR

Selain tak mengantongi izin BPOM, lanjut Dharma, bahan baku di kandungan obat tersebut tak sesuai standar. “Sangat berbahaya, bila dikonsumsi mengakibatkan kerusakan pada organ tubuh manusia,” ucapnya. Selain itu obat ini disinyalir bisa memicu serangan jantung karena komposisinya tidak jelas.

Barang bukti berupa ribuan butir obat kuat ilegal dan alat cetak dibawa petugas ke Mabes Polri. Jenis obat yang disita di antaranya Hexymer, Supra Tetra, Kopi Cleng, serta obat-obatan lainnya yang telah ditarik perizinannya oleh BPOM.

Kedua tersangka dikenakan UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 196 dengan ancaman hukuman 10 tahun dan Pasal 197 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (imam)